PEKANBARU - Suasana Covid-19 yang masih berlangsung, membuat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau mengambil keputusan untuk merayakan tahun baru Imlek 2572 dengan sangat sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Koordinator Humas dan Media Panitia Imlek Bersama Masyarakat Tionghoa Pekanbaru, Ket Tjing mengungkapkan, untuk perayaan tahun ini, masyarakat Tionghoa diimbau merayakan Imlek di rumahnya masing-masing pada 12 Februari mendatang.

"Semua kegiatan yang sifatnya kerumunan ditiadakan untuk tahun ini, perayaan Imlek dilaksanakan di rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan Covid-19, yakni 5M. 5M ini adalah memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas di luar ruangan, dan menjaga jarak," jelasnya kepada GoRiau.com, Rabu (10/2/2021).

Pun begitu, suasana Imlek tetap bisa dirasakan di Jalan Karet, Pekanbaru meskipun dengan jumlah lampion yang dikurangi 50 persen dari jumlah biasanya. Yaitu, dari 1088 lampion menjadi 551 lampion saja.

"Ini merujuk ke angka kelahiran confusius, yaitu 551. 551 ditambah 2021, itulah angka tahun baru Imlek tahun ini," tegasnya.

GoRiau Koordinator Humas dan Media Pa
Koordinator Humas dan Media Panitia Imlek Bersama Masyarakat Tionghoa Pekanbaru, Ket Tjing.

Bagi masyarakat Pekanbaru yang ingin mengabadikan momen Imlek ini dengan ber-swafoto dengan latar lampion, panitia tetap memberikan izin, namun tentunya harus menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, panitia juga akan menggelar pertemuan secara virtual antara sesama masyarakat Tionghoa dan juga para tokoh-tokoh. Pertemuan virtual ini menjadi pengganti kegiatan silaturahmi yang biasa dilakukan masyarakat Tionghoa saat Imlek.

"Pertemuan virtual itu nanti tanggal 1 atau pas perayaan Imlek, sekitar jam 10 sampai jam 1 siang. Karena biasanya, di hari H itu masyarakat Tionghoa saling kunjung mengunjungi," tambahnya.

Untuk kegiatan pembagian sembako seperti tahun-tahun sebelumnya, PSMTI juga sudah melaksanakannya dengan membagikan sekitar 550 paket, yang dibagikan secara bertahap, dimana ada 2 sesi setiap harinya.

"1 sesi itu ada 30 paket yang kita bagikan di Sekretariat PSMTI Riau, agak riskan juga kalau terlalu ramai. Kita juga membagikan paket ini sampai ke daerah-daerah pelosok dan pulau terluar, seperti Bengkalis, Meranti dan Rohil. Terakhir, kita bagikan di Vihara Dharma Loka," terangnya.

Sedangkan untuk kegiatan donor darah, panitia juga sudah melaksanakan kegiatan ini dengan menggandeng beberapa Ormas, dan PSMTI mengimbau kepada masyarakat Tionghoa untuk mendonorkan darah di Palang Merah Indonesia (PMI). ***