TELUKKUANTAN – Iklim investasi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mulai membaik setelah dihantam pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan nilai investasi yang terus menunjukkan tren positif.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kuansing mencatat nilai investasi pada triwulan I tahun 2022 senilai Rp145,4 miliar. Rinciannya, investasi yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp120,5 miliar dan penanam modal asing (PMA) senilai Rp24,8 miliar.

"Pasca pandemi ini, iklim investasi sudah mulai membaik. Pada triwulan satu tahun 2022, capaian nilai investasi sudah lebih dari 20 persen dari target," ujar Mardansyah, Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Naker Kuansing, Senin (18/7/2022) pagi di Telukkuantan.

Target investasi Kuansing tahun 2022 senilai Rp600 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Kita optimis, target ini tercapai pada akhir tahun mendatang. Apalagi saat ini, pemerintah pusat sudah memberikan bantuan untuk kegiatan pengawasan dan pembinaan," ujar Mardansyah. Melalui dana alokasi khusus, Kuansing mendapat Rp364 juta untuk kegiatan yang dimaksud.

Dikatakan Mardansyah, pertumbuhan investasi Kuansing bergerak pada sektor primer, yakni tanaman pangan, perkebunan, perikanan, pertambangan dan kehutanan serta sektor sekunder dan tersier.

Pada tahun 2017, nilai investasi Kuansing mencapai Rp33,9 miliar. Kemudian, pada tahun 2018, nilai investasi mengalami lonjakan yang cukup drastis, yakni Rp822,1 miliar.

Ketika Covid-19 melanda, investasi pun terganggu. Tercatat, tahun 2019 nilai investasi di Kuansing hanya Rp126,9 miliar. Begitu juga pada tahun 2020, capaian nilai investasi hanya Rp227,8 miliar.

Iklim investasi di Kuansing mulai tumbuh pada tahun 2021, dengan total mencapai Rp628,1 miliar.

Seiring dengan tumbuhnya investasi di Kuansing, tentu berdampak pada serapan tenaga kerja. Triwulan satu tahun 2022, serapan tenaga kerja baru mencapai 203 orang.

"Kepada para pelaku usaha, kita mengimbau agar melaporkan LKPM-nya setiap triwulan," ujar Mardansyah.***