
DUMAI - Hari Sabtu (11/6/2016) kemarin, diumumkannya kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Dumai, Riau. Pengumuman kelulusan diwarnai dengan corat-coret baju dan konvoi menggunakan sepeda motor oleh pelajar SMP/MTs.
Pantauan GoRiau.com, pelajar SMP di Kota Dumai, tetap melakukan corat-coret baju, meskipun sebelumnya sudah dilarang oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai. Bahkan, untuk meluapkan kegembirannya, pelajar tanpa menggunakan helm, konvoi menggunakan sepeda motor di jalan-jalan protokol Kota Dumai. Hal itu seperti sudah menjadi budaya saat pengumuman kelp.
Jumlah kelulusan di Kota Dumai, Riau, ada 99,86 persen. Dari 4.618 peserta ujian, ada 5 peserta yang dinyatakan tidak lulus.
"Corat-coret baju dan konvoi usai pengumuman kelulusan sebetulnya sudah kita (Disdik Kota Dumai, red) larang, melalui surat edaran. Bahkan, saat ini pelajar SMP/MTs dalam kondisi libur. Seharusnya tidak terjadi corat-coret atau konvoi sepeda motor," ujar Ketua Panitia UN Kota Dumai, Misdiono kepada GoRiau.com, Minggu (12/6/2016).***