
DUMAI - Ketenangan malam di sebuah warung kawasan Tanjung Penyembal berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga seorang petani asal Kelurahan Lubuk Gaung. Pertikaian sengit yang dipicu oleh adu mulut berujung pada hilangnya nyawa Suyetno (41) usai mendapat serangan senjata tajam, Selasa (5/5/2026) dini hari.
Peristiwa nahas itu bermula dari sebuah kesalahpahaman biasa saat korban dan tersangka, Amin Rais (27) tengah berada di warung milik warga bernama Heri Hermanto. Interaksi yang awalnya biasa saja memanas menjadi adu argumen hebat sekira pukul 22.00 WIB.
Tersangka yang dikuasai amarah sempat pulang ke rumah untuk mengambil sebilah pisau. Niat buruk tersebut memuncak saat korban hendak meninggalkan warung sekira pukul 00.30 WIB, di mana tersangka telah menunggu dan kembali memicu keributan fatal.
"Saksi di lokasi kejadian sempat berusaha melerai perkelahian tersebut demi mencegah hal buruk terjadi," jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Sembilan, Ipda Carlos L Pasaribu, SH menceritakan kronologi di lapangan.
Sayangnya, niat baik pemilik warung untuk menengahi pertikaian dihentikan oleh ancaman senjata tajam dari tersangka. Dalam situasi mencekam tersebut, korban menerima sejumlah luka serius di bagian pinggang, rusuk, dan kaki sebelah kiri.
Keluarga dan warga sekitar segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Narai Dumai untuk mendapatkan pertolongan medis secara intensif. Namun, takdir berkata lain, korban menghembuskan napas terakhirnya keesokan harinya, Rabu (6/5/2026).
"Kami fokus pada pemulihan keadilan bagi keluarga korban dengan memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku," urainya merespons dampak sosial dari kejadian ini. ***