
RENGAT – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kembali menunjukkan hasil. Polres Indragiri Hulu (Inhu) berhasil menangkap dua petani yang kedapatan membakar lahan di dua lokasi berbeda. Langkah tegas ini diambil demi mencegah meluasnya kabut asap yang bisa mengganggu kesehatan warga dan merusak lingkungan.
Kasus pertama terjadi di Desa Rawa Asri, Kecamatan Kuala Cenaku. Seorang petani berinisial WD alias Wawan (52) ditangkap polisi setelah lahannya seluas 9 hektare terbakar. Dari lokasi, petugas menemukan korek api dan batang kayu bekas terbakar.
“Awalnya kami menerima laporan dari masyarakat. Saat tim turun ke lapangan, api masih menyala,” kata Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, Jumat (29/8/2025).
Hasil pemeriksaan menunjukkan api bermula dari pembakaran plastik bekas oleh Wawan yang kemudian menjalar ke rumput kering hingga meluas tak terkendali.
Sehari berselang, kasus serupa terjadi di Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku. Petani berinisial KY (52) ditangkap setelah membakar lahannya seluas 1 hektare. KY mengakui perbuatannya menggunakan korek api untuk membakar dedaunan kering.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari korek api, kayu bekas terbakar, satu unit gergaji mesin, hingga bibit kelapa sawit.
Kedua tersangka kini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta pasal terkait di KUHP. Mereka terancam hukuman penjara karena perbuatannya dianggap merusak lingkungan.
Kapolres Fahrian menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang membakar lahan. “Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat dan merusak ekosistem,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga bisa menyeret pelaku ke ranah pidana.
Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Inhu dalam menindak pelaku karhutla, sekaligus pesan keras agar kesadaran masyarakat meningkat demi mencegah kabut asap yang kerap menghantui wilayah Riau. ***