PEKANBARU - Di tengah tantangan penurunan kualitas udara akibat kabut asap, Pemerintah Provinsi Riau berupaya meringankan beban ekonomi warga melalui Operasi Pasar Murah. Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah ini difokuskan di Kota Pekanbaru guna menekan angka inflasi sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

Pelaksanaan intervensi pasar pekan ini sedikit berbeda karena disesuaikan dengan libur nasional. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Tetty Nurdianti merinci bahwa kegiatan pelayanan publik ini dipadatkan menjadi empat hari kerja.

"Berhubung pada Selasa, 25 Agustus merupakan Hari Libur Maulid Nabi, makanya untuk pekan ini hanya digelar empat kali dan semuanya difokuskan di Kota Pekanbaru," terang Tetty, Senin (24/8/2026).

Guna memudahkan jangkauan masyarakat, titik distribusi pangan murah ini disebar secara bergantian. Berikut adalah rincian lokasi pelaksanaan pasar murah di Kota Pekanbaru pekan ini:

  • Senin (24/8/2026): Halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai.
  • Rabu (26/8/2026): Halaman Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai.
  • Kamis (27/8/2026): Halaman Kantor Kelurahan Industri, Kecamatan Tenayan Raya.
  • Jumat (28/8/2026): Halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai.

Rincian Harga Komoditas dan Wajib Masker

Pemerintah memastikan kelancaran distribusi beragam kebutuhan pokok secara langsung agar harga tetap terjangkau. Beberapa komoditas strategis yang disediakan dalam operasi pasar ini meliputi:

  • Beras SPHP: Rp60.000 per 5 kilogram
  • Beras Anak Daro dan Sokan: Rp84.500 per 5 kilogram
  • Gula pasir: Rp18.000 per kilogram
  • Minyakita: Rp15.500 per bungkus
  • Telur ayam: Rp49.000 per papan
  • Garam Krista (200 gr) dan Nusantara (250 gr): Rp2.000 per kemasan

Mengingat kondisi lingkungan saat ini, masyarakat yang datang berbelanja diimbau untuk tetap mengenakan masker demi mengantisipasi dampak paparan kabut asap bagi pernapasan. Selain fokus pada kewaspadaan kesehatan, warga juga diharapkan membudayakan gaya hidup tertib dan ramah lingkungan saat bertransaksi.

"Kami harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib, dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah guna mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya. ***