ROMA – Carlos Alcaraz tampil dominan dalam laga final Internazionali BNL d’Italia 2025, Minggu (18/5), dengan menumbangkan unggulan utama Jannik Sinner dalam dua set langsung 7-6(5), 6-1. Kemenangan ini mengantar petenis asal Spanyol itu merebut gelar ATP Masters 1000 ketujuh sepanjang kariernya.

Alcaraz, yang bermain penuh percaya diri, mampu menyelamatkan dua set point di set pertama sebelum mendominasi jalannya pertandingan. Laga ini menjadi akhir dari 26 kemenangan beruntun milik Sinner yang sebelumnya tampil konsisten.

"Saya sangat senang mendapatkan gelar Roma pertama saya, semoga ini bukan yang terakhir," ujar Alcaraz usai pertandingan, sebagaimana disiarkan ATP.

Petenis berusia 22 tahun tersebut tampil solid sejak awal hingga akhir, tanpa banyak penurunan performa sepanjang laga. Ia menilai kemenangan ini tak lepas dari kekuatan mental dan strategi yang dijalankan dengan sempurna.

"Saya bangga dengan cara saya menghadapi pertandingan secara mental. Saya mempertahankan level bagus sepanjang laga, dari poin pertama sampai terakhir," jelasnya.

Alcaraz juga memuji performa Sinner yang mampu menembus final meski baru kembali bertanding usai tiga bulan absen akibat cedera.

"Saya senang melihat Jannik kembali bermain di level yang luar biasa. Menembus final Masters 1000 di turnamen pertamanya setelah comeback adalah sesuatu yang luar biasa," tambahnya.

Kemenangan ini membawa Alcaraz unggul 7-4 dalam catatan pertemuan dengan Sinner. Ia juga menjadi petenis pertama yang meraih tiga gelar ATP Tour musim ini, setelah sebelumnya menjuarai turnamen di Rotterdam dan Monte Carlo.

Catatan impresif Alcaraz di lapangan tanah liat pun semakin mengilap. Dengan rekor 27 kemenangan dari 29 pertandingan sejak Mei 2024, ia kini bergabung dalam deretan elite petenis yang mampu menjuarai tiga turnamen Masters 1000 lapangan tanah liat.

Sementara itu, Jannik Sinner, yang saat ini menduduki peringkat 1 dunia versi ATP, gagal menjadi petenis Italia pertama yang juara di Roma sejak Adriano Panatta pada 1976. Usaha Sinner untuk menuntaskan impian tuan rumah harus terhenti di tangan Alcaraz yang tampil tanpa celah.

Alcaraz kini mengalihkan fokus ke Prancis, tempat ia akan berusaha mempertahankan gelar di Roland Garros.

"Semua mata tertuju ke Paris. Mengalahkan Jannik dan menang di Roma memberi saya keyakinan besar. Bagi saya, final bukan soal bermain, tapi soal menang," tegasnya. (ant)