PANGKALAN LESUNG, GORIAU.COM - Saat ini, Camat Pangkalan Lesung Harrisman mendukung jika kafe remang-remang, panti pijat dan apapun usahanya yang berbau Penyakit Masyarakat (Pekat) segera diberangus atau tutup. Pasalnya, selain sangat mengganggu ketertiban umum juga merusak moral masyarakat terutama para generasi muda.
"Pada prinsipnya, kita mendukung tempat-tempat yang berbau maksiat agar segera ditutup namun kita juga harus pakai prosedur. Kita tidak menginginkan kejadian seperti beberapa tahun yang lalu di lokalisasi Sepakat sampai terjadi pembakaran sehingga masyarakat pun ditangkap, terjadi di sini," terang Camat Harrisman kepada wartawan via seluler, Selasa (26/3/2013).
Harisman mengatakan bahwa saat ini pihaknya dari Kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten baik Pemda, Polres, Polsek, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda soal menjamurnya praktek pekat di Pangkalan Lesung terutama di Jalan Lintas Timur.
"Dan dalam waktu dekat, kita akan melakukan pertemuan dengan semua eleman masyarakat untuk membahas masalah ini. Sekali lagi saya katakan, kita komit dan serius membasmi Pekat kalau perlu ditutup cuma masalahnya kan harus prosedur," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Manulang saat dihubungi menyatakan bahwa pihak Polsek komit dan mendukung pemberantasan pekat di Pangkalan Lesung dan siap bekerjasama dengan semua pihak.
"Kita dukung dan komit untuk pemberantasan pekat. Kita juga sering melakukan razia dan memberikan penyuluhan dan kita juga tidak bisa mengatasi masalah ini sendiri namun tetap berkoordinasi dengan semua pihak. Intinya, saya sependapat dengan Camat bahkan kalau perlu tempat-tempat yang berpotensi pekat ditutup," tandasnya.
Mengomentari masalah ini, Ketua Aliansi Amasyarakat Lintas Timur Izun mengungkapkan bahwa selama ini belum ada keseriusan pihak Pemerintahan maupun aparat kepolisian dalam menanggapi masalah pekat di Pangkalan Lesung. Karena ketakseriusan itu maka tak pelak usaha-usaha berbau maksiat bermodus kafe atau tempat minum dengan layanan plus-plus semakin menjamur di Pangkalan Lesung terutama di Areal Jalan Lintas Timur.
"Sudah luar biasa keberadaan kafe-kafenya, Bang, semakin banyak begitu juga dengan pelayan wanitanya dan semakin berani mengajak pria hidung belang yang melintasi Lintas Timur untuk masuk ke kafe mereka," ujarnya.
Ditambahkannya, dirinya selama ini menyayangkan peran Pemerintah, aparat kepolisian dan Satpol PP yang sepertinya menutup sebelah mata soal keberadaan warung remang-remang ini.
"Kita khawatir, jika ini tidak juga bisa diatasi maka jangan salahkan warga kalau nantinya membuat aksi. Apa kita harus anarkis untuk persoalan yang logisnya mudah untuk diatasi. Tinggal data saja para germonya, diperiksa izin usahanya, siapa yang menyediakan lahan lalu eksekusi secara prosedural. Kalau perlu dibongkar paksa. Masalahnya kembali ke niatnya, apakah memang mau serius membongkar Pekat di Pangkalan Lesung ini," tutupnya. (ilm)