JAKARTA, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi begitu lantang 'berteriak' saat presenter Economic Chalenges, Suryopratomo, memberikan kesempatan kepada Bupati Irwan untuk berbicara dan menjelaskan kondisi wilayahnya, di strudio Metro Tv, Senin (16/12/2013) malam. Pemerintah pusat kata Irwan harus melihat Meranti dari kacamata rakyat kecil dan miskin.

Kata Irwan, awal pemekaran angka kemiskinan di Meranti mencapai 43 persen, namun seiring perjalanan waktu Pemkab berhasil mengurangi 8 persen menjadi 32 persen.

"Yang paling penting adalah ketersediaan bahan poko. Masyarakat harus kenyang terlebih dahulu. Makanya kita fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat terlebih dahulu, dan dibarengi dengan pembangunan infrastruktur," katanya.

Selama ini, Kepulauan Meranti yang berada jauh dari ibu kota negara seperti terlupakan. Sangat lama daerah ini terisolasi sehingga menyebabkan kemiskinan yang begitu tinggi karena tidak tersentuh dan terjangkau oleh pemerintah pusat dan provinsi.

"Berangkat dari spirit memberantas kemiskinan itulaha beberapa tokoh memperjuangkan pemekaran Meranti," tambah bupati.

Irwan juga menyampaikan, letak wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, menyebakan daerah ini begitu dekat dan melaksanakan perputaran ekonomi dengan negara tetangga itu. "Di dada kami ada garuda tapi di perut ada ringgit," sindir Bupati.

Tidak sampai disitu, orang nomor satu Meranti itu juga mengeluhkan, sudah 60 tahun bangsa ini merdeka tapi belum diraskan oleh masyarakatnya. Masih ada desa di Meranti yang belum pernah merasakan listrik dari PLN dan pasokan BBM yang cukup dari Pertamina, belum lagi jalan-jalan yang tidak pernah dibangun.

"Masyarakat kami hampir tidak merasakan kemerdekaan, oleh karena itu Indonesia harus hadir di Meranti, kalau tidak bisa-bisa ringgit akan ke dada kami," kata Irwan dengan nada sedikit bercanda dan disambut tepuk tangan penonton yang hadir di studio Metro Tv malam itu.

Untuk menjawab permasalahan itu, Pemkab telah melaksanakan beberrap program, diantaranya program listrik pedesaan. Angka elektrifikasi pun kata Irwan telah naika dari 32 persen menjadi 68 persen. Listrik menjadi kebutuhan dasar untuk mencerdaskan anak bangsa," tambahnya.

Untuk membangkitkan perekonomian daerah, pemkab terlebih dahulu memberikan pekerjaan kepada masyarakat. Diantaranya merekrut ribuan anak daerah dan masyarakat menjadi tenaga kebersihan, Anggota Satpol PP dan tenaga honorer di Pemkab Meranti.

"Dengan begitu ekononi mulai berjalan, uang mulai berputar dan peluang usaha pun terbuka. Swasta dan perusahaan pun mulai membuka peluang dan lapangan kerja dan berani berinvestasi di daerah ini. Inilah yang terus kami perjuangkan," pungka Irwan.(rls/amn)