
KUANTAN MUDIK, GORIAU.COM - Jalur Nago Sati merupakan jalur yang cukup disegani sekitar tahun 80-an sampai 2000 lalu. Seiring dengan pemekaran Desa Pebaun menjadi dua desa, yakni Pebaun Hulu dan Pebaun Hilir, masyarakat kedua desa itu pun membuat jalur masing-masing.
Jalur yang dilayur Kamis (6/3/2014) malam, merupakan jalur baru masyarakat Pebaun Hilir. Acara tersebut dihadiri Bupati H Sukarmis. Jalur dengan nama jalur Toduang Biso Rimbo Piako ini merupakan jalur generasi ke-empat, sejak dimekarkannya Desa Pebaun Hilir menjadi desa definitif.Sementara jalur lama yang dibuat tahun 2007 lalu dengan nama Toduang Biso Rimbo Piako, sempat melejit saat baru turun mandi, dengan meraih juara I di iven pacu jalur Tingkat Nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan tahun 2008 lalu. Namun tahun berikutnya titel juara tersebut tidak bisa lagi dipertahankan, meskipun jalur kebanggaan masyarakat Pebaun Hilir ini masih sempat diperhitungkan di setiap gelanggang perpacuan, baik rayon maupun iven pacu jalur di Tepian Narosa. Selain dihadiri Bupati Sukarmis, malam itu juga hadir Sekda Kuansing H Muharman, pejabat lainya di lingkungan Pemkab Kuansing, anggota DPRD Kuansing Andi Cahyadi, Ketua Ikatan Keluarga Batak Kuansing (IKBKS) Lingga, Danki Brimob Polda Riau Kompol Budi Satria, Camat Kuantan Mudik Asmari, Upika, para caleg serta masyarakat Pebaun Hilir dan sekitarnya.Ketua panitia pembuatan jalur baru Oktolapia Ramadhan dalam sambutannya mengatakan, pembuatan jalur baru ini dilatarbelakangi karena jalur lama telah dimakan usia yang dibuat tahun 2007 lalu dan saat ini tidak mampu lagi menunjukkan 'bisonya' di tepian-tepian gelanggang perpacuan.Kayu tersebut katanya, diambil di Bukik Tabandang, di hutan yang berada di Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan. Jenis kayunya adalah beneo yang panjangnya sekitar 33 meter. "Untuk mencapai lokasi banan kayu ini, harus berjalan kaki selama tiga jam. Alhamdulillah berkat kebersamaan kayu jalur ini sampai ke Desa Pebaun, dengan 14 kali masyarakat berulang ke Bukit Tabandang dan 11 kali menarik kayu jalur," katanya.Untuk diketahui katanya, upah tukang jalur sebesar Rp17,5 juta ditanggung semuanya oleh Sekda Kuansing Muharman, yang merupkan putra Kuantan Mudik, tepatnya di Desa Kinali. "Upah tukang Rp17,5 juta ditanggung oleh Pak Sekda Muharman. Kita mengucapkan terima kasih," katanya.Pada kesempatan tersebut, Bupati Kuansing Sukarmis memimpin penggalangan dana, dan terkumpul dana sekitar Rp55 juta, berasal dari sumbangan Bupati, Sekda, pejabat yang hadir, anggota DPRD, para caleg dan donatur lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Sukarmis mengapresiasi prestasi yang telah diraih jalur Toduang Biso Rimbo Piako yang lama. Jalur yang pelayurannya juga dihadiri tahun 2007 silam, berhasil sukses meraih juara I di even nasional tahun 2008."Jalur Toduang Biso yang lama, dulunya tahun 2007 saya juga yang melayur, baru turun mandi sudah dapat juara satu, jadi saya berharap tahun ini jalur yang baru masyarakat Pebaun Hilir juga diharapkan bisa meraih prestasi dengan meraih juara satu pada pacu jalur nanti," harap Sukarmis.Untuk diketahui katanya, acara melayu jalur yang dilaksanakan sudah membudaya dan menjadi kebiasaan dan kebanggaan bagi masyarakat Kuansing. Acara ini juga sudah menjadi tradisi, dan ini harus tetap kita kaga dan kita lestarikan."Begitu juga dengan hutan kita, harus kita jaga, jangan sampai kita jual dan ditumbang sembarangan. Sekarang ini kita sudah jauh mengambil kayu untuk bahan baku pembuatan jalur ini. Tadi kata ketua panitia jalan kaki sampai 3 jam. Kalau bisa jangan dijual lahan yang ada dan hutan yang ada jangan dimusnahkan, juga kayunya jangan dijual dan ditumbang," imbau Sukarmis.Usai menyampaikan sambutan dan melakukan penggalangan dana, Bupati pada kesempatan tersebut langsung menuju lokasi tempat dilayurnya jalur Toduang Biso Rimbo Piako yang baru yang ditukangi oleh Ison. Secara simbolis Bupati didampingi Sekda MUharman dan pejabat lainnya menyulut api pertama mendiang jalur baru masyarakat Pebaun Hilir.hks