SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti , Drs Irwan MSi, mengaku sampai saat ini data ekspor dari wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti belum jelas. Untuk itu, ditegaskan kepada semua pihak terkait agar memaksimalkan lagi pengawasan supaya mendapatkan data yang riil tentang ekspor itu.
Sebagaimana disampaikan Irwan, Rabu (9/4/2014) kepada wartawan. Kata Irwan, hingga saat ini masih banyak ekspor yang dilakukan dari wilayah Kepulauan Meranti, namun disinyalir belum terdata dengan baik.
"Data ekspor yang ada saat ini saya pikir bukanlah data sebenarnya. Maka dari itu pengawasan dan pendataan harus segera dilakukan," katanya.
Irwan menilai hal itu disebabkan ekspor yang dilakukan oleh sejumlah pengusaha tidak dilakukan melalui satu pintu. Karena di wilayah Kepulauan Meranti sangat banyak pelabuhan tikus yang dijadikan berangkat barang-barang ekspor dari wilayah Meranti.
Lebih jauh dicontohkan Bupati Irwan hingga kini tidak ada data tentang ekspor ikan, udang dan lainnya dari wilayah Kepulauan Meranti. Sementara di sejumlah wilayah di Meranti banyak ditemukan para nelayan menjual ikan-ikannya untuk diekspor nantinya.
"Belum lagi hasil dari Meranti lainnya. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah kita. Dengan demikian kita bisa mengukur berapa ekspor yang dilakukan dari Meranti sesuai kondisi rill dilapangan," sebutnya
Dia juga meminta agar SKPD dibawah Pemerintah Kabupaten dapat melakukan koordinasi dengan baik dengan sejumlah instansi vertikal. Sebab banyak inestansi vertikal yang juga berkaitan erat dengan data dan proses ekspor yang dilakukan dari wilayah Kepulauan Meranti, seperti Pelindo, Syahbandar, Bea dan cukai, dan sejumlah instansi vertikal lainnya.
"Ini penting dilakukan selain melakukan pendataan dan pengawasan sendiri. Karena daerah kita sejak lama sudah dikenal sebagai salah satu daerah yang menyuplai sejumlah produk ke luar negeri. Selain untuk pendataan juga untuk mengukur dari perekonomian kita," terangnya.
***