TEMBILAHAN- Diawal bulan suci Ramadan 2017, keadaan listrik di Tembilahan tidak juga kunjung normal, dimana, dalam sehari, bisa terjadi pemadaman berkali-kali. Hal ini tentu saja membuat masyarakat merasa gerah.

Pasalnya, terkadang, listrik tiba-tiba padam ditengah masyarakat berbuka puasa atau saat sedang menjalankan ibadah Salat Tarawih.

''Kemarin PLN janjinya bulan Ramadan listrik bisa normal, tapi nyatanya, sekarang malah sering padam,'' ujar seorang IRT, bernama Iyang kepada GoRiau.com, Selasa (30/5/2017).

Tidak hanya itu, warga lainnya, Siti menambahkan, dirinya merasa kesal, karena harus bergelap-gelapan saat melaksanakan ibadah Salat Tarawih.

''Seperti tadi malam, saat sedang tarawih, lampunya tiba-tiba padam, jadi salatnya gelap-gelapan, suara imam pun jadi tidak terdengar,'' cetusnya.

Kepala PLN Rayon Tembilahan, Iwan Eka Putra menjelaskan, seringnya terjadi pemadaman tersebut akibat tengah dilakukan perpindahan sistem ke mesin baru.

Ia mengatakan, PLN baru mendatangkan 22 unit mesin pembangkit baru dengan kapasitas total 15 mega watt.

''Dengan beroperasinya mesin ini diharapkan kecukupan daya untuk sistem Tembilahan dapat terpenuhi, terutama di bulan Ramadan dan Idul Fitri nantinya,'' tukas Iwan.(ayu)