SIAK - Melalui Alokasi Dana Desa (ADD) yang ada di masing-masing Desa se Kabupaten Siak ini, masyarakat harusnya dapat membuat suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang ada di Negeri Istana Matahari Timur ini.

Demikian dikatakan Bupati Siak, Drs H Syamsuar kepada masyarakat Sungai Mempura disela kegiatan Safari Ramadan perdananya, Senin (29/5/2017) malam tepatnya di Masjid Nur Huda, untuk membangkitkan gairah serta semangat masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Desa itu sendiri.

"Sebenanrnya ini pesan dari Kementrian Desa yang disampaikan kepada seluruh Kepala Daerah se Indonesia dan ini sudah kita lakukan di Siak sejak 2012 silam. Hanya belum seluruh Desa yang berhasil, tetapi ada Desa di Siak yang sukses menjalankan BUMDes ini hingga menjadi percontohan," kata Drs Syamsuar dalam sambutannya yang dikutip GoRiau.com (GoNews Grup).

Menurutnya, masing-masing Kepala Desa hendaknya dapat menggerakan masyarakatnnya dalam bekerja sama, bergotong royong dan menggalang kekuatan ekonomi rakyat dari dana Desa Rp 500 juta yang dialokasikan setiap tahunnya.

"Tumbuhnya Badan Usaha Milik Desa ini secara baik di Kabupaten Siak, maka tidak akan ada lagi masyarakat Desa dan Kelurahan yang susah hidupnya. Tanpa harus menjadi ASN, Honorer, ataupun pekerjaan lainnya di kantor Pemerintahan, masyarakat Siak sudah dapat hidup sejahtera dan makmur. Jadi masyarakat harus lebih serius lagi dalam mengelola BUMDes ini," pintanya.

Masih dikatakan Syamsuar, banyak ekonomi kreatif yang bisa dibuat masyarakat Desa di Siak ini untuk mendatangkan pembeli dari berbagai daerah. Dengan demikian secara otomatis ini juga akan mendatangkan wisatan berbondong-bondong ke Siak. Salah satu contoh, Kecamatan ini harus bisa membuat sesuatu yang diunggulkan. Sehingga memiliki daya tarik dari orang luar daerah.

"Sebagai contoh, saat tadi berbuka puasa, ada ikan patin yang disuguhkan untuk lauk makan malam. Jika memang itu keunggulan di Mempura ini, maka kembangkan itu fokus di ikan patin saja. Pengolahannya di kreasikan dengan rasa yang luar biasa. Harus ada usaha ekonomi kreatif, begitu juga dengan Kecamatan lainnya misalkan Bunga Raya keunggulannya padi, silahkan kembangkan padi begitu juga daerah lainnya," papar Syamsuar yang terus menggebu-gebu memberikan semangat kepada masyarakatnya untuk bangkit menuju Riau lebih baik sesuai dengan visinya menuju Riau 1.

Agar duit yang ada ini dapat mensejahterakan masyarakat Siak secara keseluruhan, Syamsuar menilai perlu mengumpulkan seluruh pejabat eselon III dan memberikan arahan tentang bagaimana menggerakan masyarakat Siak seluruhnya menuju ekonomi kerakyatan. Syamsuar juga Meminta dukungan Camat, Lurah serta Kades se Kabupaten Siak.

"Kalau kita pandai memanfaatkan apa yang ada ini, sejahtera semua masyarakat Siak ini. Tidak akan berani orang asing datang lagi menjajah negeri kita ini. Ini peluang kita untuk memulai dan membangkitkan lagi semangat masyarakat dalam menggalakan BUMDes ini," katanya.

Selanjutnya, prioritas dana Desa atau kampung juga bisa digunakan untuk membuat embung air yang berguna untuk pertanian dan perikanan. "Kalau Desa punya embung, petani akan mampu meningkatkan panennya dalam setahun. Sehingga produktifitas akan meningkat," tutur Syamsuar lagi sembari menyinggung soal pembangunan Tugu Kemerdekaan di depan Istana Siak yang nantinya akan mengingatkan anak-anak di Riau bahkan Indonesia tentang perjuangan Sultan Siak.