SIAK SRI INDRAPURA – Sebuah video pendek menyentuh hati viral di media sosial. Bukan aksi pengusiran paksa atau konflik satwa yang kerap terjadi, melainkan momen damai ketika seorang warga Desa Minas Jaya, Kabupaten Siak, merelakan kebun pisangnya menjadi santapan kawanan gajah liar Sumatera.

Dalam rekaman yang diunggah akun TikTok @lusihastri, pemilik kebun terdengar tenang meski hewan bertubuh besar itu berada hanya beberapa meter dari rumahnya pada malam hari. Ia justru mengajak komunikasi kawanan gajah tersebut dengan nada lembut, seolah berbicara dengan tamu yang kelaparan.

"Pigi (pergi) ya, di hutan banyak makanannya yok, oke," ucap suara wanita dalam video yang kembali ramai dibahas, Kamis (12/2/2026).

Narasi dalam video itu semakin menggugah emosi warganet. Pemilik akun, Lusi, menuliskan pesan permintaan maaf kepada satwa dilindungi tersebut atas kerusakan habitat yang terjadi akibat ulah manusia.

"Gajahnya lapar, alhamdulillah ada sedikit pohon pisang di belakang rumah yang bisa mereka makan. Sehat-sehat ya gajah, maafkan manusia yang serakah itu ya," tulisnya.

Sikap Lusi yang memilih berdamai dengan keadaan ini mendapat sorotan khusus dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Jenderal bintang dua ini menilai tindakan tersebut adalah bukti nyata bahwa koeksistensi antara manusia dan satwa liar bisa terjalin tanpa kekerasan.

"Lusi tidak memilih untuk mengusir atau menyakiti, melainkan berbagi dengan makhluk ciptaan Tuhan yang sedang melintasi jalur habitat aslinya," kata Herry melalui akun Instagram resminya.

Menurut keterangan warga sekitar, kehadiran gajah di kawasan tersebut merupakan siklus alami. Kawanan gajah diketahui melintas setiap enam bulan atau satu tahun sekali sebagai bagian dari jalur jelajah (home range) mereka.

Sebagai respons atas kerugian materi yang dialami Lusi, personel Polsek Minas langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan aksi simpatik dengan menanam kembali pohon pisang di pekarangan Lusi sebagai simbol dukungan dan keberlanjutan ekosistem.***