DURI, GORIAU.COM - Kota Duri sering kali disebut sebagai kota minyak. Namun uniknya, warga kota Duri, kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, memiliki tradisi membuang sampah tidak pada tempatnya alias sembarangan. Dari pantauan GoRiau.com, Kamis (18/6/2015) pagi di jalan Hangtuah, banyak terlihat gundukan sampah dengan tinggi hampir melebihi 50 centimeter.

Warga membuang sampah yang bukan tempatnya itu, saat akan berangkat bekerja, seperti yang diungkapkan Wati kepada GoRiau.com. Dirinya membuang sampah di ujung jalan Pertanian (jalan Hangtuah), karena banyak warga yang juga membuang sampah disana, alias ikut-ikutan.

"Banyak juga kok warga yang buang sampah disini. Lagian nanti kan diangkut sama Dinas Pasar dan Kebersihan," ungkapnya sambil terburu-buru pergi.

Hal tersebut pun dimanfaatkan oleh pemulung untuk mencari makanan. Dimana makanan itu untuk ternak hewan babi peliharaannya. Juga mengambil botol-botol bekas yang bisa dijual kembali.

"Tumpukan sampah ini menimbulkan bau yang tidak sedap. Apalagi pemandangan jadi tidak bagus. Sudah dilarang tetap saja buang sampah disitu," ujar Johan yang berprofesi sebagai tukang ojek di jalan Pertanian.

Tak lama, terlihat truk UPT Dinas Pasar dan Kebersihan mengangkut sampah milik warga yang sudah menggunung, sekitar pukul 07.10 WIB. Padahal UPT Dinas Pasar dan Kebersihan sudah menyediakan bak atau kantong-kantong pembuangan sampah yang sudah ditentukan. Namun, kepedulian warga akan kebersihan kota Duri sangat minim.(ric)