BENGKALIS, GORIAU.COM - Pelbuhan Bandar Sri Setia Raja (BSSR), Selat Baru memiliki arti penting untuk mendukung posisi strategis Bengkalis di Selat Malaka. Karena itu, BSSR perlu pengerukan untuk berfungsi optimal sesuai dengan yang diinginkan.

Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan RI, Dr H Rizal Djalil meminta Pemkab Bengkalis melakukan optimalisasi pelabuhan Selatbaru atau lebih dikenal dengan sebutan Bandar Sri Setia Raja ini. Dengan optimalisasi, diharapkan arus barang dan orang di pelabuhan internasional tersebut bisa berjalan lancar.

Optimalisasi yang dimaksudkan Rizal diantaranya adalah adanya upaya pengerukan dan lainnya agar kapal-kapal yang bersandar tidak kandas saat air surut. Hal itu disampaikan mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 tersebut di sela-sela kunjunganya ke BSSR, Senin (10/9/2-012). Dikatakan, geografis Bengkalis yang begitu strategis harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemerintah Daerah.

"Saya berkunjung ke pelabuhan Selatbaru bersama pak Bupati. Saya hanya sampaikan, agar pelabuhan itu bisa dioptimalkan supaya pemanfaatannya maksimal, baik untuk arus barang maupun penumpang," ujar Rizal.

Rizal tak mau memberikan penjelasan lebih lanjut soal optimalisasi tersebut karena Bagaimana teknis lebih mengerti tentang optimalisasi ke depan. Bupati Bengkalis yang lebih memahami hal itu. Yang penting bagaimana bangunan yang ada dan begitu megah bisa dimanfaatkan.

Rizal juga menanyakan beberapa hal tentang Pelabuhan Selatbaru, mulai dari anggaran, tahun dimulai pembangunan dan mulai dioperasionalkan." Makna optimalisasi itu bisa saja pengerukan dan lainnya. Karena memang alur pelabuhan Selatbaru ini sering kandas saat air laut surut terendah," ujar sejumlah pejabat yang mendampingi pejabat BPK saat di Selatbaru.

Pelabuhan BSSR sempat menuai masalah, terutama menyangkut izin operasional, karena belum mendapat izin dari Departeman Perhubungan di Jakarta. Namun kemudian pelabuhan yang terletak di muara sungai Liong Selatbaru tersebut bisa beroperasi untuk melayani penumpang tujuan Melaka dan Muar Malaysia. Sebagai pelabuhan internasional, BSSR memang masih membutuhkan banyak perbaikan, terutama alur menuju dermaga (pelabuhan). Karena saat air laut dalam kondisi terendah, kapal selalu kandas dan harus menunggu beberapa jam di tengah laut. (jfk)