SELATPANJANG - Perhelatan tahunan bertaraf internasional, Bokor World Music Festival 2016 resni dibuka, Sabtu (19/11/2016) malam oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim. Dalam perhelatan ini, beberapa musik yang berpartisipasi berasal dari luar negeri.

Said Hasyim dalam sambutannya mengucapkan apresiasi yang tak terhingga kepada Sanggar Bathin Galang dan masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsangbarat yang tak pernah absen mengangkat potensi lokal daerah. Menurutnya, di tangan para seniman tradisional lah identitas bangsa selalu terpelihara.

Baca Juga: Gubri dan Dirjen Kebudayaan Hadir di Perhelatan Bokor World Music Festival 2016

"Jadi tantangan terberat untuk para senimal, terutama dalam mensosialisasikan seni budaya kepada masyarakat agar lebih mencintai kebudayaan sendiri. Jangan hanya budaya global yang masuk ke sendi-sendi kehidupan," ujar Said Hasyim.

Baca Juga: Bupati Irwan Siapkan Transportasi untuk Warga Menyaksikan Bokor World Music Festival 2016

Kepada penyelenggara Bokor World Music Festival 2016, Sanggar Bathin Galang, Wakil Bupati berpesan jangan pernah letih menyelenggarakan kegiatan-kegiatan guna mengangkat seni dan budaya daerah karena seni dan budaya merupakan aset daerah bahkan negara. Said Hasyim juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga sumber daya alam yang ada, potensi ini menurutnya dapat dimaksimalkan untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Selain itu Ia juga mengajak untuk generasi muda unruk menghilangkan faham Premodialisme dan Edosentrisme dengan tetap mempertahankan budaya melayu yang terkenal dengan keramahan dan sopan-santun sehingga mampu memberikan kesan baik kepada para pendatang agar mau berkunjung kembali ke Meranti.

Baca Juga: Diikuti Musisi dari Luar Negeri, Panitia BWMF 2016 Siapkan 3 LO Lihai Berbahasa Inggris

"Perlihatkan sopan santun dan keramahan serta karya-karya yang menarik kepada para pendatang (wisatawan) sehingga mereka mau bekunjung kembali ke Desa Bokor," kata H Said Hasyim.

Baca Juga: Grup Musik dari Benua Eropa Ini Bakal Tampil di Bokor World Music Festival 2016

Sebelumnya, Ketua Panitia Sopandi SSos mengatakan kegiatan Bokor World Music Festival tahun 2016 ini merupakan perhelatan untuk kedua kalinya. Tahun lalu, juga digelar untuk pertama kali dan juga diikuti beberapa musisi dari luar negeri. Disampaikan Sopandi juga, untuk perhelatan kedua ini, BWMF 2016 mengangkat tema "Menghulu Bokor dalam sebuah tradisi" mengandung arti pergi ke Bokor untuk melestarikan tradisi, sesuai dengan tema tersebut diharapkan, melalui ivent ini tradisi dan Budaya Indonesia khususnya Kabupaten Meranti senantiasa lestari dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat khususnya para generasi muda.

Baca Juga: Bokor World Music 2016 Dianggarkan pada APBD-P Provinsi Riau

"Semoga lewat ivent ini Desa Wisata Bokor dapat lebih dikenal di dunia," Harap Sopandi.

Sementara Kepala Desa Bokor Amrullah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan Desa Bokor sebagai tuan rumah pelaksanaan Ivent ini. Ia berharap dukungan demi dukungan dapat diberikan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan Desa Bokor sebagai Desa Destinasi Wisata di Kabupaten Meranti. "Terima kasih pada semua ini merupakan ajang memperkenalkan Kabupaten Meranti dengan berbagai potensi yang ada. Kami harapkan suport dari berbagai pihak, dalam mendukung Desa Bokor yang telah dicanangkan sebagai Desa Wisata Budaya, Eko Wisata dan Wisata Adat di Kabupaten Meranti," ujar Amrullah.

Saat Pembukaan BWMF 2016, juga diadakan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada beberapa peserta diantaranya Sepeda Tak Berlampu (Stabel) Pekanbaru, Minanga Pentagong Sumbar, Damawen Solo, Blacan Aromatic Pekanbaru, Sagu Band Pekanbaru, dan Bonsuono Pekanbaru.

Sejumlah musisi yang hadir di Bokor antara lain, Steev Kindwald dari Rumania, Gilles Saissi dari Prancis, dan Cwrwia dari Wales. Kemudian ada Ghahmuhyi dari Malaysia dan Darmawen dari Solo gabungan musisi dari Wales, Mexico, Inggris, Polandia dan Indonesia. Selain itu, juga ada musisi dari nusantara seperti grup rege melayu, Made in Made dari Aceh, Kalila Project Sumatera Utara, Minangpantagong dari Sumatera Barat, Forum Kompang Batam, dan Et Labora Poni dari Subang.

Minggu (20/11/2016) pagi, seluruh tamu atau musisi yang datang ke Bokor dibawa berwisata sungai, untuk melihat keindahan pohon mangroove. Selain itu, juga digelar lomba yang pernah meraih penghargaan MURI, yaitu lari atas tual sagu.#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini