
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kegiatan razia rutin yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Riau selama hampir setiap malam disejumlah lokasi hiburan, berhasil menjaring puluhan pengunjung yang positif narkoba. Ini jadi indikasi bahwa tempat seperti itu, sangat rawan untuk transaksi narkoba, bahkan bagi penikmat barang haram.
Kepala Badan Pemberantasan dan Penindakan BNN Riau, AKBP Haldun menegaskan, pihaknya sudah rutin menggelar razia bahkan ketempat hiburan malam kelas wahid, seperti karaoke, cafe, pub, dan diskotik, serta karaoke keluarga. Sejak ditekennya MoU 100 ribu rehabilitasi pecandu narkoba, BNN menargetkan menjaring 75 pecandu narkoba untuk setiap bulannya.
Setelahnya, BNN akan melakukan evaluasi kira-kira dimanasaja lokasi hiburan malam yang paling rawan peredaran narkoba. Hasil evaluasi tersebut akan dilaporkan ke kepala BNN, untuk segera diambil keputusan, apakah pihaknya akan merekomendasikan ke Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, apakah harus ditutup atau diberi sangsi.
"Terkait kerawanan peredaran narkoba, setiap bulan kita evaluasi dan melaporkannya ke pimpinan. Nanti pimpinan yang ambil keputusan apakah itu harus direkomendasikan supaya ditutup atau tidak ke Pemko Pekanbaru," beber Haldun.
Selain menjaring para pemakai narkoba, BNN juga membidik para pengedar dan bandarnya. Ini penting mengingat merekalah yang jadi kunci beredarnya narkoba khususnya di Pekanbaru. "Kita terus melakukan pengembangan kasus, beberapa bandar dan pengedar sudah kita tangkap," ulasnya lagi.
Haldun belum mau menyampaikan tempat hiburan mana yang dinilai paling besar potensi peredaran narkoba. Namun ia memastikan akan segera mengambil tindakan, mengingat semakin meresahkannya dampak buruk dari narkoba di Pekanbaru.
Menurut catatan GoRiau.com, sejumlah pengunjung positif narkoba di tempat hiburan malam dibikin mengap-mengap oleh rutinitas razia dadakan ala BNN. Semua dihajar rata, seperti XP Club, MP Club, SP Club, Dragon di hotel Hollywood, Arena Entertainment jalan Nangka, Starcity di jalan Sudirman dan Score di kawasan hotel Grand Jatra, serta lainnya.
Bahkan razia juga berlaku bagi karaoke keluarga seperti Koro-koro di Panam, Happy Puppy, Inul Vista, Grand Lampion di jalan Nangka, karaoke Super Idol di kawasan komplek Mall SKA Pekanbaru, Happy Cafe Music, dan deretan nama lainnya.
Bahkan baru-baru ini, BNN juga tidak pandang bulu terhadap orang terkenal sekelas artis seksi yang tengah naik daun karena dugaan keterlibatan dirinya pada kasus prostitusi online, yakni Amel Alvi. AA yang sedang asyik nge-DJ di hiburan malam Arena Pool n Cafe di Jalan Kuantan ini, terpaksa harus menjalani tes urine seperti pengunjung lainnya. Beruntung hasilnya negatif. (had)