PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan 13 titik panas yang tersebar di lima wilayah Provinsi Riau, Senin (22/6/2026). Indikator awal kebakaran hutan dan lahan ini tetap menyala meski sejumlah daerah masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C menjelaskan bahwa kemunculan titik api ini patut diwaspadai oleh masyarakat dan pihak terkait. Kabupaten Siak tercatat sebagai wilayah penyumbang terbanyak dengan empat titik.

"Total titik panas di wilayah Riau terpantau sebanyak 13 titik yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Siak dan Kota Pekanbaru," ungkap Deby.

Secara rinci, sebaran titik panas tersebut meliputi Kabupaten Siak empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi tiga titik, Kota Pekanbaru dua titik, serta Kabupaten Rokan Hilir satu titik.

Tidak hanya di Riau, ancaman serupa juga terpantau di skala regional. Pulau Sumatera menyumbang total 141 titik panas. Provinsi Sumatera Selatan berada di urutan teratas dengan 83 titik, diikuti Bangka Belitung 15 titik, Jambi 11 titik, dan Sumatera Utara tujuh titik. Provinsi Bengkulu dan Lampung masing-masing menyumbang empat titik, disusul Kepulauan Riau dan Aceh yang sama-sama memiliki dua titik.

Meskipun belasan titik panas bermunculan, potensi turunnya hujan justru masih membayangi sebagian besar daratan Riau sejak pagi hingga malam hari. Berdasarkan pantauan radar cuaca, presipitasi air terpantau membasahi sejumlah wilayah sejak pagi.

"Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kota Dumai," paparnya.

Kondisi basah ini diprakirakan terus berlanjut pada siang hingga sore hari yang menyasar wilayah Bengkalis, Rokan Hilir, Pelalawan, Kampar, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir. Menjelang malam, hujan masih berpotensi turun di Kampar, Pelalawan, Bengkalis serta Indragiri Hulu. Bahkan curah hujan meluas hingga dini hari di sebagian wilayah Siak dan Pelalawan.

Merespons anomali cuaca yang dinamis, BMKG turut menerbitkan peringatan dini bagi warga sekitar agar lebih awas terhadap potensi cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba.

"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kota Dumai pada pagi dan malam hari," tegasnya.

Sementara itu, suhu udara harian di Riau saat ini berada di rentang 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 98 persen. Pergerakan angin dominan bertiup dari tenggara menuju barat dengan kecepatan bervariasi antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

"Untuk kondisi perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah," tambahnya. ***