PEKANBARU, GORIAU.COM - Manajemen raksasa taksi Blue Bird melampirkan hasil visum korban pemukulan yang dilakukan sekelompok pengemudi taksi Pusat Koperasi TNI AU di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.

''Tadi malam korbannya sudah divisum, dan hari ini kami sudah serahkan hasil visumnya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,'' ujar Humas Blue Bird Group, Teguh, melalui telepon seluler, di Jakarta, Minggu.

Sebelumnya, pada Sabtu, (22/9/2012), pengemudi taksi Blue Bird bernama Jusril Syahputra dikeroyok sekumpulan pengemudi taksi Puskopau di portal pintu ke luar di dalam Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Tidak hanya itu saja, dia juga sempat disandera selama dua jam dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB dan akhirnya dijemput pihak manajemen Blue Bird di bandara itu sambil mencoba menyelesaikan masalah, yang pada akhirnya mobil taksi yang sempat disandera juga bisa dibawa pulang.

Blue Bird Grup menandai ekspansi bisnisnya di Pekanbaru dengan meluncurkan 100 unit taksi reguler pada Senin lalu (3/9/2012). Sejumlah keunggulan mereka tawarkan, di antaranya tarif berdasarkan angka di argometer sementara penghasilan pengemudinya berbasis komisi pada patokan minimal.

Konflik antara pengemudi taksi setempat dengan kelompok Blue Bird yang selalu berekspansi di mana-mana telah beberapa kali terjadi di banyak provinsi, di antaranya di Bali. Berangkat dari aspek legalitas operasionalisasi hingga ''lapak usaha'' menjadi penciri konflik itu. (nti/ant)