
PEKANBARU, GORIAU.COM - Peristiwa menggemparkan terjadi di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/9/2012) akibat aksi pengeroyokan sopir Blue Bird oleh sekumpulan sopir taksi Puskopau Pekanbaru. Peristiwa ini dinilai mencemarkan nama angkatan udara yang ada di Pekanbaru.
Pantauan www.goriau.com di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Minggu (23/9/2012) terlihat suasana aman dan kondusif. Namun saat ditanya kepada beberapa penumpang yang sedang duduk di Bandara, mereka mengungkapkan rasa kecewa dengan aksi brutal tersebut.
''Saya dengar juga berita pengeroyokan itu, kita sangat sayangkan ya. Di era reformasi ini masih ada monopoli seperti angkutan taksi Bandara SSK II ini. Dan itu dilakukan oleh oknum Puskopau. sebagai warga kita sarankan TNI tidak lagi berbisnis seperti juga di pusat dimana TNI ditarik dari bisnis tapi anggaran untuk TNI harus ditingkatkan,'' ujar Syafruddin, salah seorang pengunjung bandara yang sedang menunggu keluarganya.
Sementara itu, Rahmawati yang duduk tak jauh dari Syafruddin saat dimintai komentarnya mengaku resah dengan monopoli Puskopau di Bandara SSK II. Menurutnya, dengan semakin besarnya SSK II dan semakin banyaknya penerbangan, pihak bandara seharusnya memberi peluang bagi masuknya taksi lain.
''Selama ini tak ada pilihan taksi disini. Karena cuma Puskopau sendiri, oknum Puskopau sering menetapkan harga semaunya, karena kita butuh, akhinya kita ya harus bayar sesuai permintaan sopir, walau mahal. Kita sarankan kalau emang menguasai bandara seharusnya pelayanannya juga internasional seperti status bandara SSK II yang internasional,'' jelas ibu rumah tangga ini.
Pantauan di SSK II terlihat biasa-biasa saja, baik di ruang tunggu maupun kedatangan tampak aman. Hanya saja, tak banyak yang berani berkomentar soal pengeroyokan, bahkan lebih banyak mengambil sikap diam. (nti)