PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Dalam dua hari, terhitung dari tanggal 3-4 Februari ini alat pengukur sirkulasi udara dari Pusat Pengelolaan Eko Region Wilayah Sumatra yang berada di Pelalawan mencatat sirkulasi udara di Pelalawan berada pada antara 24-33 derajat Celcius.
Demikian diungkapkan oleh Kepala BLH Kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar, Kamis (6/2/2014). Anwar menjelaskan, apa yang terdeteksi oleh alat itu masih dalam ambang batas dan belum membahayakan.
Meski demikian, lanjut Samsul Anwar, deteksi alat sudah menunjukkan jika saat ini sudah dalam tahap warning atau status waspada.
"Saat ini sudah hampir mendekati kategori ambang udara tidak sehat, sesuai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU),"ujarnya.
Menurut Samsul Anwar, jika sirkulasi udara sudah mencapai 38 derajat Celcius maka sudah berada dalam kategori berbahaya.
"Ada penurunan hotspot saat ini, 4 hotspot saja yang terpantau oleh satelit NOAA-18 di sejumlah Kecamatan,"katanya.
Dijelaskan Samsul Anwar, titik hotspot telah ditemukan di areal perkebunan masyarakat, HTI, HPH juga perkebunan milik perusahaan.
"Akibatnya sejak beberapa hari terakhir kabupaten Pelalawan mulai diselimuti kabut asap tipis,"jelasnya.(rkn)