SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ada-ada saja yang dilakukan masyarakat di Selatpanjang dalam memeriahkan pawai beca saat Imlek. Tidak hanya menggunakan snow spray (semprotan busa, red) ataupun senapan air, bahkan alat semprot hama (sprayer)pun turt digunakan untuk menyiram orang yang sedang pawai.

Seperti terlihat di Jalan Kartini Selatpanjang, salah satu warga menggunakan sprayer yang diisi air untuk menyemprot orang yang pawai menggunakan becak.

Salah seorang warga Selatpanjang yang menggunakan sprayer ini berdiri di pinggir jalan. Setiap becak yang lewat disemprotkan dengan air, layaknya sedang menyemprot lahan atau sedang meracun rerumputan. Meski disemprot, tidak ada yang marah, mereka terlihat sangat gembira pawai becak sambil basah-basahan selama enam hari itu.

Pawai becak ini dilakukan selama enam hari Imlek setiap sore pukul 15.00 Wib sampai pukul 19.00 Wib. Dalam pawai ini, masyarakat Tionghoa juga bermain air (siram-siraman, red).

Menurut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepulauan Meranti Grace SAg ketika ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, pawai becak sambil siram-siraman air ini sebenarnya tidak mempunyai makna hanya untuk memeriahkan Imlek saja.

"itu tidak ada maknanya, hanya untuk memeriahkan Imlek dan lambang bersuka cita," kata Grace beberapa waktu lalu.(zal)