
PEKANBARU - Sebanyak 15 hotel di ibu kota Provinsi Riau kini resmi membuka pintu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan karya mereka langsung kepada para tamu. Langkah strategis melalui program pojok ekonomi kreatif (ekraf) ini memberikan peluang besar bagi produk lokal untuk menjangkau wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis, Selasa (2/6/2026).
Menginap di hotel kini menawarkan pengalaman yang berbeda. Tamu tidak lagi sekadar menikmati fasilitas kamar dan sarapan, tetapi langsung disuguhkan dengan berbagai produk kreatif khas daerah tanpa harus keluar dari area penginapan.
Pemerintah Kota Pekanbaru memfasilitasi program ini sebagai bentuk intervensi pasar. Tujuannya memperpendek jarak antara produsen skala kecil dengan konsumen potensial yang memiliki daya beli tinggi.
Integrasi antara sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan ini diharapkan mampu mengerek pendapatan warga. Beberapa keuntungan spesifik dari pembukaan akses pasar di area premium ini meliputi:
"Kehadiran pojok ekraf diharapkan dapat menjadi etalase yang mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli potensial," papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi.
Bagi pelaku industri kreatif yang selama ini kesulitan mencari pasar, pemanfaatan ruang di belasan hotel ini menjadi saluran distribusi baru yang menjanjikan. Jumlah titik pemasaran ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring dorongan pemerintah kepada puluhan hotel lain yang belum bergabung. ***