JAKARTA - Total jumlah pasien positif Covid-19 di Tanah Air menjadi 4.839 orang pada Selasa (14/4/2020), setelah adanya penambahan 282 kasus positif baru dalam 24 jam terakhir.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa sore.

''Sudah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan PCR real time sebanyak 4.839 orang,'' ujar Achmad Yurianto, seperti dikutip dari Kompas.com.

Dijelaskan Yuri, jumlah kasus positif Covid-19 itu didapatkan berdasarkan pemeriksaan spesimen terhadap 10.482 orang.

Yuri juga memaparkan bahwa ada penambahan 46 pasien Covid-19 yang sembuh dalam periode yang sama, sehitotal pasien yang sudah dinyatakan negatif virus corona kini ada 426 orang.

Namun, Yuri juga menyampaikan kabar duka dengan masih ada penambahan pasien yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 60 orang. Dengan demikian, total pasien meninggal menjadi 459 orang.

''Angka kematian bertambah dengan 60 orang hari ini sehingga totalnya menjadi 459,'' ucapnya.

Yuri menjelaskan, berdasarkan kajian mendalam, ada faktor penyakit penyerta atau comorbid yang menyebabkan pasien Covid-19 tutup usia.

''Di antaranya faktor penyakit hipertensi, penyakit sesak napas karena kelainan pada paru-paru, bisa disebabkan karena asma, TBC,'' ujar dia.

''Ini juga menjadi penyebab meninggalnya kasus Covid-19, termasuk di antaranya diabetes,'' kata Achmad Yurianto.

Dengan demikian, pemerintah menyadari bahwa banyak ancaman penyakit di tengah masyarakat yang bisa saja memperberat kondisi pasien Covid-19.

"Kita harus menyadari banyaknya ancaman penyakit di tengah masyarakat kita yang menjadi comorbid, pemberat sehingga menjadi penyebab kasus kematian," ujar dia.

Yurianto mengungkapkan bahwa pemerintah berdukacita atas masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang tutup usia.

Apalagi, menurut dia, kasus kematian akibat Covid-19 kini juga terjadi di berbagai provinsi.

''Jumlahnya merata hampir di semua provinsi. Kami meyakini ini masih akan terjadi. Dampaknya dirasakan ke keluarga yang dtinggalkan dan kita semua,'' ucap Yuri.***