
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengprov Persatuan Angkat Berat/Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Riau sejauh ini telah meloloskan 17 atlet terbaiknya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Tahun 2016 di Jawa Barat.
Cabang terbanyak yang mengambil tiket PON adalah Angkat Berat dengan 11 lifter. Diantaranya Irfan Nasution (59 Kg), Yanuarius Sihura (66 Kg), Willy Sandria (74 Kg), Hendri (83 Kg), Satdul (93 Kg), Lana Jaya (47 Kg), Mulia Anggraini (63 Kg). Murni Natalia (72 Kg), Sri Rahayu (84 Kg), Nanda Helena (84 Kg), Rini Maisuri (+84 Kg).
Kemudian satu atlet senior dari cabang Binaraga atas nama Asrelawandi (unyil) kelas 60 Kg. Sementara 5 lagi datang dari cabang Angkat Besi. Diantaranya Noviardi (62 Kg), M Ziulhaq Sanjaya (77 Kg), Lodia dwi Kafitri (53 Kg), Fatmawati (58 Kg) dan Ela Wulandari (63 Kg).
"Saat ini Pra-PON cabang Angkat Besi masih berlangsung, 5 tiket sudah didapat. Kita berharap akan ada lagi atlet kita yang berhasil lolos," harap Sekretaris Umum Pengprov PABBSI Riau, Ikhsan Fitra kepada GoRiau.com, Senin (5/10/2015).
Ketiga cabang ini digelar secara estapet di Bandung, Jawa Barat. Cabang Binaraga digelar pada 28 September 2015, berlanjut 29 September-1 Oktober cabang Angkat Berat. Sementara cabang Angkat Besi digelar 2-6 Oktober 2015 dan masih berlangsung hingga saat ini.
Dari hasil evaluasi Pra-PON 2 cabang yang sudah selesai dilaksanakan, Cabang Binaraga cukup menjadi sorotan, dari 4 atlet yang ditarget lolos, hanya satu atlet atas nama Asrelawandi yang bisa mengamankan tiket ke Jawa Barat.
"Unyil (Asrelawandi, red) pun juga gagal meraih juara pada Pra-PON kemarin. Dirinya hanya bertengger di posisi keempat," lanjut Ikhsan.
Sementara untuk target, kata Ikhsan, Pengprov PABBSI Riau tetap mematok target di PON mendatang. Termasuk dari Binaragawan Asrelawandi. Sementara asa lainnya disandarkan pada atlet-atlet lifter angkat berat.
Diantaranya Sri Rahayu (84 Kg), Rini Maisuri (+84 Kg), Satdul (93 Kg) dan pendatang baru Murni Natalia (72 Kg). "Sementara untuk cabang Angkat Besi masih berlangsung dan evaluasi kita lakukan secara berjalannya Pra-PON," sambung Ikhsan.
Lemahkan Otot
Ikhsan Fitra tidak memungkiri bahwa kabut asap yang tengah melanda Riau sebulan terakhir sangat berpengaruh terhadap fisik para atlet. Bahkan asap bisa membuat lemah otot-otot para lifter dan binaragawan.
"Empat binaragawan yang kita target lolos mengaku mengalami penurunan daya otot akibat asap. Bahkan Asrelawandi yang tidak pernah absen menjadi juara dunia hanya mampu berada di peringkat 4 nasional," tutur Ikhsan.
Begitu juga dengan lifter-lifter lainnya juga merasakan hal yang sama. Karena para atlet Riau ini harus berlatih dalam kondisi asap tebal.
"Ditambah faktor kelelahan, karena untuk sampai di Bandung, kita harus berangkat ke daerah lain dulu. Ada yang berangkat dari Padang, ada juga yang harus dibawa ke Batam dulu," pungkas Ikhsan.***