
PEKANBARU, GORIAU.COM - Dalam pekan ini, banyak aksi kriminalitas terjadi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Mulai dari kasus kejahatan jalanan (street crime) berupa jambret, hingga teror dari perampok bersenjata api. Selain itu, ada juga peristiwa pembunuhan, dengan dilatarbelakangi berbagai motif.
Ini membuat sebagian warga kian resah, karena bukan tidak mungkin jika itu menimpa pada diri kita. Maka perlu untuk kita supaya tetap selalu waspada, bersikap polisionil dan awas terhadap lingkungan sekitar. Menurut catatan GoRiau.com, ada tiga kasus kejahatan yang sempat bikin geger warga Pekanbaru.
Pembunuhan Sadis Istri Toke Keramik di Tampan
Senin (9/11/2015) pagi jadi hari kelam bagi keluarga Chandra (34). Sepulangnya mengantarkan sang anak sekolah, dia malah menemukan istrinya Sulastri (31) sudah meregang nyawa dengan kondisi tragis di ruko miliknya, Jalan HR Subrantas, Kecamatan Tuah Karya, Tampan, yang sehari-hari jadi tempat berjualan keramik.
Saat itu tim Opsnal Polsek Tampan bekerja keras melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil membekuk tiga pelaku, berinisial J (19), C (17) dan R (20), di kawasan hutan di Sijunjung, Sumatera Barat, pada Selasa, 10 November 2015. Dua dari mereka terpaksa ditembus timah panas di kakinya, karena berusaha melarikan diri saat petugas melakukan pengembangan.
Menurut penuturan salahseorang pelaku yang juga jadi eksekutor pembunuhan, ia nekat menghabisi nyawa Sulastri disebabkan sakit hati, karena kerap menerima perkataan kasar dari bosnya itu. Kini ketiganya sudah dijebloskan ke tahanan, dan terancam hukuman maksimal kurungan penjara seumur hidup.
Bendahara Koperasi Ditembak Rampok di Depan Alfamart Parit Indah
Lantaran mempertahankan uang Koperasi senilai Rp408 juta, seorang bendahara Koperasi Mitra Karya di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, bernama Wagiran (50), akhirnya terkapar usai ditembak dua orang perampok, Jumat (13/11/2015) pagi. Peristiwa tragis itu terjadi persis di parkiran Alfamart, Jalan Parit Indah, Pekanbaru.
Saat itu Wagiran dan Ketua Koperasi bernama M Harris berencana hendak bertolak ke Kabupaten Siak, setelah mengambil uang dari Bank Mandiri Jalan Riau. Kuat dugaan mereka sudah dibuntuti pelaku sejak keluar bank, sampai akhirnya dieksekusi di depan Alfamart. M Harris sedikit lebih beruntung, karena saat kejadian dirinya sedang di dalam toko membeli minuman.
Meski uang berjumlah besar ini berhasil diselamatkan, Wagiman harus menebusnya dengan luka tembakan di bahu kiri dan sekarang mendapat perawatan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Bahkan usai tertembak, Wagiman sempat ditolak pihak Puskesmas Maredan, karena dikira pelaku kejahatan. Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku yang kabarnya berperawakan cepak.
Warga Komplek Flamboyan Tampan Temukan Asisten Rumah Tangga Tewas Tanpa Busana
Warga komplek Flamboyan, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (14/11/2015) pagi digemparkan dengan temuan jasad Darsini (17). Darsini yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga tersebut tewas dengan kondisi tidak wajar. Saksi mendapatinya terlentang tanpa busana.
Tak itusaja, wajahnya juga ditutup dengan bantal, di lehernya ditemukan luka memar bekas cekikan. Kuat dugaan, Darsini jadi korban pembunuhan. Keganjilan lainnya, sejumlah barang berharga di rumah tersebut masih utuh. Usai ditemukan, tubuh Darsini langsung dievakuasi ke RSUD Arifin Achmad guna kepentingan visum.
Tubuh Darsini ditemukan pertama kali oleh Nila (37), yang tak lain adalah rekan sekantor dari majikan Darsini bernama Pirsa. Nila merasa curiga, karena saat dipanggil dari pagar, Darsini tak juga menyahut. Dia pun meminta bantuan warga sekitar bernama Rian (18) untuk memastikan ke dalam rumah.
Waktu itulah Rian melihat kalau korban sudah tak bernyawa dengan keadaan tak wajar. Ditambah lagi, rumah sedang dalam keadaan kosong, karena Pirsa si majikan korban, sedang berada di luar kota. Makin mengherankannya lagi, pintu rumah saat itu tidak dalam kondisi terkunci.
Polsek Tampan yang menerima laporan tersebut sampai kini masih melakukan penyelidikan, dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk para tetangga. Dugaan sementara, korban dihabisi saat dinihari, disaat semua orang sedang beristirahat. Kematian Darsini pun masih menjadi misteri. ***