DUMAI, GORIAU.COM - Partisipasi Provinsi Riau untuk pembangunan nasional cukup tinggi. Tidak hanya memberikan kontribusi minyak dan gas (migas), tetapi juga bentuk-bentuk pendapatan lainnya seperti pajak hasil hutan dan perkebunan serta pajak ekspor. Partisipasi Riau ini hendaknya diimbangi dengan peran serta nasional untuk pembangunan daerah Riau.

Demikian diungkapkan Bakal Calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA, ketika bersilaturrahim dengan warga Komplek Perumahan Griya Pulai Sakinah, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Sabtu (27/4) lalu. Pada kesempatan itu sekaligus diresmikan pemakaian Masjid As-Sakinah yang dibangun developer PT Dumai Sakinah pimpinan Sunaryo, caleg DPRD Riau dari PAN.

Menurut Jon Erizal, suatu kali dia didatangi oleh Walikota Dumai Khairul Anwar. Sang walikota mengeluhkan kondisi jalan-jalan di Kota Dumai yang rusak parah. Hampir tiap hari walikota didemo masyarakat menuntut perbaikan jalan-jalan tersebut. Mengingat APBD Kota Dumai tak sanggup untuk membiayainya, maka Khairul minta bantuan Jon Erizal untuk mendapatkan dana pusat.

Permintaan itu wajar mengingat kontribusi Dumai untuk pendapatan nasional melalui pelabuhan Dumai saja mencapai Rp 14 triliun setiap tahunnya. Karena itu, Walikota Dumai mengajukan proposal ke Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 750 miliar antara lain untuk memperbaiki Jalan Dumai-Pelintung.

''Alhamdulillah, pemerintah pusat melalui Program MP3EI dapat membantu sekitar  Rp 350 miliar. Tahun ini diharapkan dapat lagi Rp 200 miliar,'' ujar Jon Erizal.

Menurut Jon Erizal, meskipun dirinya belum menduduki posisi penting di pemerintahan dan DPR, namun dengan akses yang dia miliki, termasuk dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, pihaknya akan terus berbuat untuk masyarakat Riau. ''Tidak perlu menunggu menjadi Gubernur dulu baru berbuat. Sepanjang saya bisa, saya akan berbuat untuk daerah kelahiran saya,'' ujar pengusaha nasional yang juga Bendahara Umum DPP PAN itu.

Namun, Jon Erizal mengajak semua komponen masyarakat termasuk pemangku kepentingan (stake holder) untuk bersama-sama berjuang memajukan daerah Riau. Caranya, antara lain, dengan bersatu untuk mendapatkan dana APBN. Sebab, kita tidak mungkin mengandalkan dana APBD untuk membangun Riau yang luas, meskipun APBD Riau termasuk besar,Rp 8,3 triliun. ''Kita harus bersama-sama berjuang, tidak bisa sendiri-sendiri,'' ujarnya. (rls)