PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Diantara ganasnya perkembangan perkebunan di Rokan Hulu, Riau, ternyata masih ada ruang untuk pengembangan tanaman pangan khususnya padi. Buktinya, meski areal semakin menyempit, Rohul berhasil meningkatkan produksi beras pada tahun 2013 lalu.
Lewat program dekonsentrasi yang diluncurkan pemerintah dengan nama Demontrasi Farm (Demfram) atau demontransi petani, Kabupaten Rohul berhasil meningkatkan produksi beras hingga 50 persen dari total produksi tahun sebelumnya. ''Berkat program pemerintah pusat, Demontrasi Farm, kita berhasil meningkatkan produksi hingga 50 persen mendukung program ketanan pangan nasional untuk Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN),'' ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Rohul, Ir. M. Ruslan MSI, didampingi Kabid Program Penyuluhan HN Siregar, Rabu (15/1/2014).
Menurutnya, Rohul terpilih sebagai peringkat pertama terbaik di Riau untuk program Demfarm diikuti Indragiri Hilir dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Sementara demontrasi petani itu dilaksanakan di Desa Pasir Utama, di Kecamatan Rambah Hilir dan dihadiri, tim BKP3 Rohul bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Rohul Ir. Sri Hardono, Direktur Utama Perusda Rohul Nasrul Hadi, ST, MT, Camat Rambah Hilir, sejumlah Anggota Kelompok Tani Yakin Jaya di Desa Pasir Utama.
Areal Kelompok tani Yakin Jaya sekitar 15 hektar, untuk lokasi Demontrasi petani Satu Tengah Hektar, 15 persen dari lahan kelompok tani, hasilnya produksi petanipun meningkat biasanya hanya Tiga Ton perhektarnya menjadi Tujuh Ton perhektar sekitar 50 persen peningkatannya.
Di tempat yang sama, Kabid Programa Penyuluhan BKP3 Rohul HN Siregar, demontrasi petani ini bertujuan agar masyarakat bisa mendapatakan informasi tentang pertanian tepat guna, sehingga penghasilan mereka bisa meningkat.
''Di Rohul, demontrasi petani untuk tanaman padi sebanyak 8 titik, tanaman jagung 4 titik dan tanaman kedelai 4 titik, demontrasi petani di Desa Pasir Utama meski sawah tadah hujan, namun produksi petani dapat ditinggkatkan,'' kata Regar.
Idealnya, sambung Regar, dalam satu hektar sawah harus menggunakan pupuk urea 140 kg, NPK 125 kg, organik 795 kg dan pestisida 2 kg, terbukti di Desa Pasir Utama padi unggul infari 4 dengan masa tanam Tiga Bulan atau sekitar 110 hari berhasil meningkatkan produksi gabah keringnya.
''Dalam demontransi petani, kita memberi informasi pada petani terkait pengelolaan pertanian tepat guna, sehingga produksi bisa diingkatkan, kalau boleh dipilih, bertani padi itu lebih daripada kelapa sawit,'' pungkas Regar. (srt)