PEKANBARU, GORIAU.COM - Terjadi bentrok massa warga dengan pihak perusahaan PT Perkebunan Nusantara V Wilayah Kerja Kabupaten Kampar, Riau, Senin pagi (21/10/2013). Enam sepeda motor dibakar oleh massa yang mengamuk.

Masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Payung Negeri Bersatu Kota Pekanbaru bentrok dengan petugas keamanan Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara (PT.PN) V terkait sengketa lahan. "Bentrok terjadi sekitar pukul 09.40 WIB atau beberapa menit setelah massa berorasi di depan pintu masuk kantor perkebunan di Tapung Hulu, Kampar," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Pekanbaru.

Kronologi peristiwa menurut Kabid Humas diawali dengan kedatangan massa dari ormas yang menggunakan dua bus ke lokasi kejadian. Ketika itu, demikian Guntur, sekitar pukul 09.30 WIB massa yang berjumlah sekitar 200 orang yang dipimpin oleh seseorang berinisial TMS melakukan orasi terkait tuntutan mereka.

Namun ditengah orasi itu, kata dia, keluar massa dari pihak warga setempat yang rata-rata merupakan karyawan perusahaan perkebunan itu. "Waktu itu kemudian situasi memanas. Awalnya cek-cok mulut, namun kemudian terjadi benturan fisik," katanya.

Guntur menjelaskan, massa menggelar aksi menuntut pembagian lahan seluas 2.800 hektare yang saat ini dikuasai oleh PT Perkebunan Nusantara V. Saat benturan itu berlangsung, demikian Guntur, aparat kepolisian yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan pengamanan.

Situasi saat itu menurut Guntur sudah dapat diamankan, namun amarah warga dan massa dari perusahaan kembali memuncak sekitar pukul 11.30 WIB. "Waktu itu, anggota di lapangan menembakkan gas asap guna meredam bentrokan," katanya.

Informasi lapangan, ada sebanyak enam unit kendaraan sepeda motor milik warga sekitar perkebunan perusahaan itu dibakar oleh massa dari ormas.

Sejauh ini, puluhan aparat kepolisian dari Mapolres Kampar dan Polda Riau telah berada di lokasi kejadian untuk mengantisipasi terjadinya bentrok lanjutan. "Kabar terkini, lokasi kejadian berhasil diamankan. Namun sebagian massa masih bertahan dengan tetap mendapat pengawalan anggota kepolisian," katanya.(fzr)