BENGKALIS, GORIAU.COM - Kabupaten Bengkalis sejak beberapa hari terakhir mulai diselimuti kabut asap. Kabut yang terjadi tersebut diduga merupakan kabut asap kiriman mengingat hingga saat ini belum ada terdeteksi kebakaran hutan dan lahan di Negeri Junjungan.
Hingga Senin (25/3/2013) pagi hingga siang, udara di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis meliputi Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil, Bengkalis dan Bantan diselimuti kabut asap, walau belum terlalu menganggu jarak pandang. Kabut asap tersebut kemungkinan besar merupakan kabut asap kiriman dari karhutla yang terjadi diberbagai daerah di Provinsi Riau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis setakat ini masih belum menemukan adanya hot spot (titik api) di wilayah di Kabupaten Bengkalis. Walau belum ada ditemukan terjadinya karhutla, pihak BPBD-Damkar tetap mensiagakan petugasnya.
Kepala BPD-Damkar Jaafar Arif saat dikonfirmasi mengemukakan bahwa sejauh ini belum ditemukan adanya titik api di Kabupaten Bengkalis, termasuk di Kecamatan Bukitbatu, Bengkalis, Bantan dan Mandau, yang selama ini sering terjadi karhutla.
“Tidak ada sejauh ini hot spot ditemukan di wilayah kita, termasuk di kawasan yang sering menjadi langganan karhutla. Hanya saja meski tidak ada titik api, kita senantiasa mensiagakan petugas apabila sewaktu-waktu terjadi karhutla,” jelas Jaafar.
Ditambahkan Jaafar, mayoritas kawasan di Riau saat ini diselimuti kabut asap, walaupun belum begitu parah, termasuk sejumlah kawasan di kabupaten Bengkalis. Pihaknya tetap menyiagakan petugas damkar bersama dengan masyarakat peduli api (MPA) di tiap-tiap desa. Meski saat ini curah hujan juga lumayan, namun bukan senantiasa ancaman karhutla berkurang, karena kebakaran yang terjadi diatas lahan gambut tebal yang sulit dipadamkan. (jfk)