PEKANBARU - Bencana banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru sejak Senin lalu menyebabkan delapan titik lokasi di tiga kecamatan terendam air. Setidaknya, 400 kepala keluarga menjadi korban bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Chandra mengatakan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan PUPR Pekanbaru sudah membangun tenda pengungsian dan normalisasi Sungai Sail yang diduga menjadi penyebab utama banjir.

"Kita sudah tangani warga terdampak, dan tadi pagi anggota melaporkan banjirnya sudah surut 20 cm, masih tersisa 1,5 meter lagi untuk kawasan sekitar sungai," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kota Pekanbaru, lokasi banjir diantaranya di Perumahan Mande Villa Jalan Cengkeh, Tangkerang Labuai RT 001 RW 004, Kecamatan Bukitraya. Dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih dan korban 98 KK.

Kemudian di Jalan Lembah Raya di Sungai Batak, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukitraya. Ketinggian air disini mencapai satu meter lebih.

Selanjutnya di Jalan Wicaksana ke Jalan As Sakinah Tangkerang Labuai RT 001 RW 010 Kecamatan Bukitraya. Ketinggian air mulai dari selutut hingga 1,5 meter dan sekitar 60 KK yang terdampak.

Di lokasi keempat berada di Jalan Karya Cipta, Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya. Jumlah warga yang terdampak sekitar 20 KK dan jumlah rumah yang terendam banjir lebih kurang 10 rumah dengan ketinggian air maksimal satu meter lebih.

Lokasi kelima di Jalan Sakuntala Gang Kencana V, VI dan VII di Tangkerang Utara RT 015 RW Kecamatan Bukitraya. Sekitar 45 rumah terendam banjir dan 30 KK yabg terdampak. Ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Di lokasi keenam di Jalan Pesantren Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya. Dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter lebih. Lalu di Jalan Gunung Raya Gang Arrahman, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya dengan ketinggian air mencapai 2 meter.

Lokasi terakhir di Jalan Dwikora, Suka Mulia, Kecamatan Sail. Disini, ketinggian air sekitar 1 meter.

"Totalnya ada 400 KK terdampak. Mereka ada yang bertahan di rumah, ada yang di tenda pengungsian. Untuk di titik terendam semua pada ngungsi rata-rata ke keluarganya,"pungkasnya. ***