PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum bisa memastikan apakah pembangunan Riau Town Square and Convention Centre (Ritos) di kawasan Purna MTQ Pekanbaru bisa dilanjutkan secepatnya atau tidak.

"Kami lihat dulu apakah rencananya sesuai dengan konsep MTQ atau tidak. Ini pun perlu dikaji lagi, termasuk manfaatnya untuk masyarakat. Kami pun belum lihat dokumen lamanya bagaimana. Apakah dokumen itu bisa dilanjutkan atau tidak. Terutama kajian dari aspek bisnis dan sebagainya," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi kepada GoRiau.com di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau, Kamis (8/9/2016).

Kendati demikian, supaya pembangunan ritos tidak mangkrak berlarut-larut, Pemprov Riau berencana menyelesaikan pembangunan Ritos mulai tahun depan dengan mengkaji ulang konsep pembangunan. Apakah masih mengacu pada planning sebelumnya, atau ada perubahan rencana.

"Tak bisa juga kalau dibiarkan begitu saja. Setidaknya ada kelanjutan pembangunannya. Nanti kita evaluasi lagi, terutama masalah kerjasamanya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, ritos merupakan kawasan bisnis berupa hotel, pusat olahraga, pusat perbelanjaan. Yang mana, dalam pembangunannya melibatkan pihak ketiga, PT Bangun Megah Mandiri Propetindi (BMMP) dengan rencana anggaran mencapai Rp1,5 triliun. Ritos dibangun di atas lahan seluas 35 ribu meter persegi yang di dalamnya akan menjadi pusat bisnis seperti mal, hotel 16 lantai, galeri, sarana olahraga dan sarana pendukung lainnya.

Sementara, pengembangan dilakukan dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS) dengan melibatkan pihak ketiga sehingga tidak membebankan APBD. ***