SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski hampir seratusan hektar lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti telah terbakar, namun hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka. Polisi masih melakukan penyelidikan atas karhutla yang terjadi sejak tahun 2015 ini.


Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Kamis (5/2/2015). Kata Kapolres, sampai saat ini memang belum ada tersangka karena polisi masih melakukan penyelidikan.
"Kita akan ungkapkan kasus kebakaran ini. Oleh karena itu kita minta masyarakat segera melaporkan kepada kita jika mengetahui orang yang melakukan pembakaran hutan dan lahan," kata Kapolres.
Sebelumnya, Senin (2/2/2015) lalu, Kasat Reskrim Polres Meranti mengatakan lahan yang terbakar dalam Februari ini yaitu di PT NSP seluas 38 Ha, Desa Telukbuntal 1 Ha, Rangsang 3 Ha, dan Tebingtinggi Barat 5 Ha.
Sedangkan sejak Selasa (3/2/2015) kebakaran juga terjadi di Desa Tanjungpisang Kecamatan Tasikputri Puyu. Informasi terkahir yang disampaikan Camat Tasikputri Puyu Fakhrurrozi karhutla telah terjadi hingga lebih kurang 40 Ha.
Sementara itu Humas PT NSP, Setyo Budi Utomo, ketika berbincang-bincang dengan wartawan di Kantornya, Kamis (5/2/2015) mengatakan bahwa memang benar telah terjadi kebakaran di lahan perusahaan, yang terjadi di Desa Kepau baru tersebut. Namun Budi mengklaim bahwa kebakaran tersebut sudah berhasil dipadamkan.
"Kemarin memang sempat terbakar, namun saat ini api sudah padam," ujar Budi pula.(zal)