SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sekitar 10 orang masyarakat Kepaubaru yang terdiri dari kepala desa, sekdes, Badan Permusyawaratan Desa, kaur, tokoh adat dan tokoh masyarakat, Senin (24/3/2014) menemui Camat Tebing Tinggi Timur. Rombongan ini menyampaikan keluhan pasca kebakaran hutan dan lahan karena tidak diperhatikan PT NSP dan Pemerintah Daerah.

Kades Kepaubaru Ali Amran yang mewakili masyarakat meminta pihak PT Nasional Sago Prima (NSP) bertanggung jawab akibat kebakaran yang terjadi beberapa bulan belakangan di Kepaubaru. Menurut Ali Amran pula titik api berasal dari PT NSP yang meluas ke perkebunan sagu masyarakat Kepaubaru lebih kurang 1.600 Ha.

"Kami minta pihak perusahaan membantu masyarakat pasca kebakaran. Kita harapkan ada bantuan seperti paket sembako untuk masyarakat kami yang sudah 2 bulan tidak bekerja," kata Ali Amran.

Ali menambahkan, masyarakat Kepaubaru sudah sangat menderita akibat karhutla ini. Mereka mohon semua pihak dapat membantu dan memperhatikan, baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

"Keinginan kami kepada pihak perusahaan agar mereka segera membantu kami. Mengganti kerugian batang sagu atau tanaman kebun lainnya yang terbakar. Perusahaan harus memberikan pekerjaan kepada masyarakat kami yang saat ini susah, menyiapkan anak abut (bibit sagu, red) dan menanam kembali ke kebun sagu kami yang terbakar, membantu peralatan damkar, serta membuat batas perusahaan dan masyarakat dengan tanaman kayu alam," tambah Ali Amran pula.

Tidak hanya ke PT NSP saja, masyarakat juga minta perhatian pihak pemerintah baik kecamatan, kabupaten, provinsi maupun pusat terhadap kejadian ini, jangan hanya tutup mata terhadap persoalan ini.

"Mohon agar semua pihak dapat mendengarkan keluhan kami akibat bencana dan musibah ini, kami juga sebenarnya tidak mau menyusahkan pemerintah, kami juga tidak menginginkan musibah ini, tapi ini semua kejadian yang luar biasa dan belum pernah terjadi kebakaran selama ini," jelas Ali Imran.

Camat 3T ketika dihubungi, Kamis (27/3/2014) pagi membenarkan adanya keluhan masyarakat ini. Kata Helfandi, menanggapi keluhan masyarakat ini, kemarin Ia didampingi Kasi PMD kecamatan Iskandar SPdi menerima langsung masyarakat Kepaubaru.

Atas keluhan itu, Ia mengatakan dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin agar persoalan masyarakat Kepaubaru dapat segera diselesaikan dan dibantu. Bahkan saat kejadian Ia dan anggota turun langsung ke semua desa bersama anggota, menghubungi pihak NSP untuk membantu peralatan damkar, dan ikut bersama memadamkan api.

"Hampir seluruh desa yang terbakar saya terjun ke sana. Namun saya akui saya belum ada membantu pasca kebakaran dan saat kejadian memperhatikan berupa sebiji beraspun apalagi paket sembako, karena saya tidak berani membuat kebijakan itu," kata lelaki yang akrab dipanggil Iin itu.

Namun demikian diakui Iin pula, dirinya sudah meminta bantuan kepad pemerintah Provinsi Riau, BPPD Provinsi Riau, Dinas Sosial Naker Kabupaten Meranti, termasuk Dinas Pertanian Kepulauan Meranti, namun hal tsb belum ditanggapi. Dan Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak PT NSP terhadap kajadian ini.

"Mudah-mudahan PT NSP segera membantu keinginan masyarakat tersebut, dan saya berjanji akan memediator pertemuan masyarakat dengan pihak PT NSP agar bisa memikirkan masyarakat yang terkena dampak dari Karhutla di 3T ini. Semoga semua pihak segera merespon keinginan masyarakat kita ini," tambah Iin.(zal)