
TEMBILAHAN - Sekawanan monyet liar menyerang area permukiman di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) selama sepekan terakhir. Peristiwa tersebut menyebabkan belasan warga mengalami luka gigitan hingga memerlukan penanganan medis.
Serangan terbaru menimpa dua orang warga di kawasan Parit 13, Tembilahan Hulu. Keduanya diserang secara tiba-tiba saat berada di dalam rumah, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kawanan satwa ini diketahui sering muncul dari kolong rumah panggung yang berlokasi tak jauh dari Pelabuhan RSUD Puri Husada.
Merespons kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil langsung mengerahkan 10 personel ke lokasi. Dengan dibantu enam warga yang berbekal senapan angin, petugas memburu keberadaan satwa tersebut di sepanjang aliran sungai serta pepohonan di sekitar rumah penduduk.
Kepala DPKP Kabupaten Inhil, Junaidy menguraikan bahwa upaya pencarian di lapangan menghadapi sejumlah rintangan. Selain pergerakan mamalia yang sangat lincah, kondisi geografis berupa pepohonan lebat dan struktur rumah panggung membuat petugas kesulitan.
"Masih kita buru. Tim kita masih menyisir area pepohonan tepian sungai dan bawah rumah-rumah warga," paparnya.
Sementara itu, Camat Tembilahan, Ari Syuria yang turun langsung memantau proses penyisiran meminta masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Ia memastikan seluruh warga yang menjadi korban gigitan telah dievakuasi untuk mendapat perawatan di RSUD Puri Husada maupun Puskesmas setempat.
Pemerintah Kabupaten Inhil juga menjamin seluruh biaya penanganan medis bagi para korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga tuntas secara gratis.
"Apabila melihat keberadaan monyet liar, segera laporkan ke posko DPKP Inhil di nomor 0851-8794-9123. Jangan mencoba menangkap sendiri karena dapat memicu serangan," imbau Ari. ***