
PEKANBARU – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dilakukan di beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru, menjadi keluhan bagi masyarakat, pasalnya lubang yang digali kerap menjadi ancaman.
Salah seorang warga Pekanbaru, Reynold, mengaku dirinya menjadi korban atas kurangnya pengamanan yang dilakukan kontraktor dalam penimbunan bekas galian.
Baca juga: Protes Pengerjaan SPAM, Warga Pekanbaru Tidak Ingin Kejadian Tahun 2017 Terulang
Baca juga: DPRD Ingatkan Pengerjaan SPAM di Pekanbaru Jangan Seperti IPAL
Baca juga: Proyek Galian Pipa Air Bersih di Jalan Riau Pekanbaru Amburadul, Pria Tua Terperosok ke Lubang
Diceritakan Reynold, saat itu dirinya ingin pulang ke rumah usai mengikuti rapat di kantornya, yakni Jalan Rambutan. Namun, ketika melajukan mobil, salah satu ban mobilnya masuk ke dalam lubang.
Menurut Reynold, lubang tersebut cukup dalam karena saat dia mencoba memundurkan mobilnya, ban mobilnya masih menggantung.
"Hari hujan lebat, air menggenang disini, manalah nampak sama kita lubang ni, dalam pulak tu, harusnya ada penanda bahwa disini ada lubang," ujar Reynold, Rabu dini hari (20/7/2022).
"Harusnya ada tanda yang lebih kuat, jangan tanda seadanya. Ini untung kami masih ramai disini, kalau tak ada orang, bisa tidur dalam mobil aku malam ni karena tak ada yang bantu narik mobilku," katanya.
Di tempat yang sama, warga Pekanbaru lainnya, Wawan, menyebutkan, lubang ini memang sangat membahayakan. Apalagi, munculnya lubang di bekas galian ini sudah berulang kali terjadi, dimana setiap hujan, pasti ada lubang disini.
Untuk itu, dia mempertanyakan tanggungjawab kontraktor yang mengerjakan galian ini dan juga pihak PDAM Tirta Siak. Karena, lubang ini bukan persoalan yang sepele.
"PDAM jangan lepas tangan, harus ada tanggungjawab, saya yakin di tempat lain lubang ini juga membuat masalah, harus diawasi betul. Untung yang masuk mobil, kalau yang masuk orang, gimana?" tuturnya. ***