SELATPANJANG - Beberapa titik wilayah di Kota Selatpanjang sering terkena banjir apabila turun hujan deras dan naiknya air laut saat pasang besar (banjir rob). Namun, penanganan belum terlihat maksimal sehingga wilayah yang tidak jauh dari bibir pantai pun masih menjadi langganan banjir.

Seperti yang terjadi Senin (23/1/2017) pagi. Hujan yang turun sejak Minggu malam hingga Senin telah membuat beberapa wilayah tergenang air alias banjir. Seperti di persimpangan Imambonjol-Kartini, Imambonjol-Merbau, dan Imambonjol-Siak. Selain itu, beberapa pemukiman warga juga tergenang air.

Air hujan yang membasahi Kota Selatpanjang tak mampu tertampung dan teraliri dengan maksimal ke laut (selat air hitam, red). Akibatnya, air naik ke permukaan jalan dan menggenangani pemukiman warga. Kondisi ini sering kali terjadi di Kota Selatpanjang.

Menanggapi seringnya terjadi banjir, kata Kadis PU Kepulauan Meranti Hariadi, saat yang yang bisa dilakukan adalah membersihkan saluran drainase untuk memaksimalkan pengaliran. Sementara rekayasa drainase sepertinya tidak efektif untuk mengatasi banjir di Kota Sagu.

"Secara topograpi, daerah kita datar," kata Hariadi.

Kata Hariadi lagi, selain itu permukaan tanah di Selatpanjang juga rendah. Sehingga, untuk mendapatkan kemiringan saluran tidak memungkinan. Kepulauan Meranti ini dikelilingi laut, suak-suak, ketika air pasang menahan air dari darat akibat hujan terjadilah banjir.

Untuk itu, disampaikan Hariadi juga, karena dinilai tak memungkinkan juga mengalirkan air ke tempat yang lebih rendah atau gratifikasi, rekayasa drainase dianggap tidak memungkinkan untuk dilakukan. "Rekayasa membutuhkan biaya yang tak sedikit dengan kondisi alam yang seperti ini. Ya nikmati saja lah (banjir, red)," ujarnya. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini