DURI - Melihat Mandau dan Pinggir adalah penyumbang kasus kekerasan anak dan perempuan tertinggi di wilayah Kabupaten Bengkalis, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB menilai penting dilakukannya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana orangtua atau keluarga itu menjadi motivator bagi anaknya.

Hal itu disampaikan Kepala Pengendalian Penduduk dan KB Kecamatan Mandau, Titik Sugiharti saat Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Desa Kesumbo Ampai di kantor Desa, Rabu (25/1/2017).

"Saya rasa setiap Musrenbang, memang tidak ada usulan untuk menyelenggarakan kegiatan ini, lalu bagaimana bisa mau dilaksanakan sosialisasinya. Padahal ini penting untuk menekan angka kasus kekerasan kepada anak dan perempuan. Membangun karakter manusia itu susah," kata Titik kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

Pendidikan formal di sekolah memang penting bagi setiap anak, namun pendidikan di rumah dari orangtua juga harus dilakukan. Orangtua adalah guru pertama bagi anak untuk belajar tentang banyak hal yang mendasar.

"Maka penting diberikan pembekalan kepada orangtua agar bisa memberikan pembelajaran yang baik kepada anak. Selain mengasuh, merawat dan membesarkan anak, orang tua mempunyai tugas yang tidak kalah penting yaitu sebagai motivator bagi anak," ujarnya.

Kedepannya, lanjut Titik, di Kelurahan dan Desa lainnya sangat diharapkan juga menyampaikan usulan untuk program sosialisasi tersebut.

"Tidak hanya usulan infrastruktur Jalan yang menjadi prioritas. Kasus kekerasan anak dan perempuan ini harus juga diminimalisir. Makanya penting ada sosialisasi untuk para orangtua," tutupnya. *** #BENGKALIS