DUMAI, GORIAU.COM - Pagelaran Andam Budaya Nusantara II di Kota Dumai berlangsung meriah dimana secara resmi bazar yang digelar dilapangan Dumai Cantral Park resmi ditutup pada Selasa (10/12/2013) tadi malam.

Sejumlah rangkaian yang sempat digelar dalam perhelatan Andam Budaya Nusantara II di Dumai diantaranya, Pawai yang dibuka oleh Sekda Dumai Said Mustafa, dan Pembukaan malam pagelaran bazar oleh Walikota Dumai beberapa hari lalu.

"Bazar sudah resmi ditutup tadi malam dan malam tadi menjadi malam terakhir untuk pameran bazar yang dilakukan di lapangan Dumai Cantral Park," ujar Kadisbudpora Dumai, Eldar Afinda kepada GoRiau.com Rabu (11/12/2013).

Sementara Sekdako Dumai Said Mustafa kepada GoRiau.com menyebutkan bahwa digelarnya andam Budaya Nusantara II merupakan upaya melestasrikan budaya bangsa agar tidak luntur dimakan oleh zaman.

"Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang akan mempertahankan budaya kita. Oleh sebab itu kepada generasi muda harus dapat melestarikan budaya bangsa, seperti memainkan alat musik tradisional, menari tarian tradisional dan yang lainnya," harapnya.

Dia mengimbau kepada generasi muda agar berperan aktif dalam melestarikan seni dan budaya yang ada."Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan mewarisi budaya bangsa kita, jangan sampai Indonesia yang terkenal dengan keragaman Budaya luntur dimakan zaman.

Hal itu berakibat enggannya para generasi muda mewarisi budaya akibat pengarus zaman dengan alasan malu," sebutnya.

Sedangkan Walikota Dumai, Khairul Anwar kepada GoRiau.com menyebutkan bahwa pagelaran Andam Budaya Nusantara II tersebut merupakan upaya melestasrikan budaya bangsa agar tidak luntur dimakan oleh zaman.

"Kita berharap melalui event Andam Budaya Nusantara, dapat mempertahankan budaya bangsa Indonesia, khususnya budaya yang ada di Kota Dumai agar tidak luntur dimakan oleh perkembangan zaman," kata Walikota.

Tampilkan 16 Kesenian Suku Bangsa

Kadisbudpora Eldar Afinta kepada GoRiau.com menjelaskan, kegiatan ini sebagai ajang promosi budaya daerah agar generasi muda bisa mengenal berbagai suku yang saat ini masih terpecah di kota Dumai.

Dia mengatakan, bertujuan juga untuk menghimpun 16 suku yang tersebar di berbagai daerah kota Dumai, yakni Melayu, Minang, Batak, Jawa, Sunda, Aceh, Tionghoa dan lainnya supaya bersatu padu untuk membangun keharmonisan antar suku agar nyaman, aman dan tenteram.

"Andam Budaya Nusantara ini akan tetap dilaksanakan setiap tahun dan seharusnya kita mengundang bupati, dan walikota se-Sumatera, namun saat ini belum ada dukungan anggaran," kata Eldar.(egy)