PEKANBARU - 10 orang diduga preman, terpaksa diangkut polisi dari dua lokasi, diantaranya Senapelan Plaza samping Mal Pekanbaru dan seputaran Matahari Plaza Citra, Jumat (12/8/2016) malam. Mereka terjaring operasi razia preman yang digelar Polda Riau.

Dari 10 orang ini, satu diantaranya masih remaja berusia 16 tahun. Mayoritas mereka tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan polisi juga mendapati 10 slop rokok tanpa cukai dari tangan mereka. Tidak diketahui dari mana itu diperoleh.

Razia yang berlangsung dua jam mulai pukul 19.30 WIB tersebut memang menyasar target para preman yang kerap membuat resah masyarakat. Ini sekaligus mencegah adanya potensi pelaku kejahatan di lokasi-lokasi keramaian, termasuk pusat perbelanjaan.

"Pada razia premanisme ini kita mengerahkan sekitar 30 personil gabungan, terdiri dari Sabhara, Direktorat Reskrimum dan ditambah anggota Provost dua orang. Sementara ini dua lokasi tersebut yang kita targetkan," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Menurutnya, razia serupa akan terus ditingkatkan, khususnya di lokasi-lokasi yang dinilai rawan, dengan tujuan meminilasir kejahatan konvensional. Sementara 10 orang yang terjaring itu, dibawa ke Mapolda Riau untuk di data dan dicek apakah pernah terlibat kejahatan.

"Kita jalankan berbagai program untuk menciptakan Kamtibmas di masyarakat, seperti razia-razia hingga menempatkan polisi di mana pun (strong point), agar polisi ada di mana-mana. Termasuk patroli," kata Guntur kepada GoRiau.com, usai razia dilakukan. ***