
PEKANBARU - Komisi V DPRD Riau mencanangkan penambahan jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar Rp50.000 per siswa pertahun untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan kenaikan ini maka per siswa akan mendapat Rp500.000 dari angka sebelumnya yang Rp450.000 . Ancangan tersebut rencananya akan segera diatur dalam Perintah Gubernur (Pergub) Riau 2018 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson kepada GoRiau.com, Senin, (11/12/2017). Diharapkan dengan penambahan dana ini akan semakin menunjang kelancaran proses belajar mengajar disekolah.
Dijelaskannya, jika penambahan dana itu telah ditetapkan, maka jumlah dana BOSDA Riau mencapai Rp500.000 untuk satu siswa. Ditambah dengan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) sekitar Rp1.500.000, maka setiap siswa akan menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) total sekitar Rp2.000.000 pertahun.
Disebutkannya, dana BOSDA yang diberikan itu sebagian besar tujuannya adalah untuk kepentingan siswa. Sebanyak 15 persen dana digunakan untuk operasional seperti gaji guru honor dan komite, sementara 85 persen sisanya adalah keperluan siswa, termasuk kepentingan media pembelajaran.
Dana BOSDA Riau merupakan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) bantuan Riau bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tujuannya adalah untuk membantu tanggungan biaya yang harus dibayarkan oleh orang tua siswa untuk pendidikan anaknya.
Namun, sampai saat ini banyak pihak sekolah masih menerapkan pemungutan biaya yang disebut uang komite kepada tiap-tiap siswa. Sementara Aherson sendiri menyatakan belum ada peraturan pemerintah yang bisa membatasi jumlah komite yang dipungut dari siswa.
"Jumlah uang komite bisa mencapai Rp200.000 sampai Rp300.000 sebulan, dikalikan seribuan siswa, sudah berapa itu jumlahnya. Nah itu, jumlah yang sangat besar, namun kita tidak punya aturan untuk mengatakan itu kebesaran," tuturnya.
Untuk merespon hal itu, Aherson menyampaikan pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan agar merancang peraturan tersebut. Aherson berharap agar segera ada jalan keluar untuk permasalahan tersebut. ***