PEKANBARU - Sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru kembali dilanda genangan air dan banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh pasang Sungai Siak serta sistem drainase yang belum memadai di sejumlah titik rawan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pekanbaru, Suhendri, mengatakan salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan berada di Jalan Kampung Baru (IPAL), Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya. Di lokasi tersebut, banjir dipengaruhi langsung oleh pasang Sungai Siak.

“Air biasanya naik pagi atau sore, tergantung pasang sungai. Saat ini ada sekitar 23 kepala keluarga yang terdampak,” kata Suhendri, Kamis (8/1/2026).

Menurut dia, banjir di kawasan itu juga disebabkan oleh kondisi drainase yang kurang optimal serta kontur tanah yang lebih rendah dibanding wilayah sekitarnya. Ketinggian air saat banjir berkisar hingga 30 sentimeter.

Meski demikian, BPBD belum mendirikan tenda pengungsian karena warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. BPBD menyiagakan dua unit perahu untuk membantu mobilitas warga di lokasi terdampak.

Selain itu, genangan air juga sempat terjadi di Jalan Arwana, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir. Namun, hingga siang hari, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan telah surut. “Air masuk dari Sungai Siak melalui Parit Belanda, tapi siang ini sudah surut,” ujar Suhendri.

Banjir juga sempat melanda Jalan LKMD, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai. Selain dipengaruhi pasang sungai, genangan di kawasan tersebut diperparah oleh aktivitas pembangunan jalan tol yang menyebabkan aliran air tersendat akibat pemasangan box culvert.

“Air masuk dan keluar tidak seimbang sehingga tertahan di atas. Ditambah hujan deras, air tidak lancar mengalir ke sungai,” katanya.

Suhendri menambahkan, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak pelaksana proyek tol, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), box culvert telah dibuka kembali dan aliran air kini kembali normal. Berdasarkan pemantauan BPBD, kondisi di Jalan LKMD saat ini terpantau aman.

BPBD Kota Pekanbaru menyatakan tetap bersiaga, khususnya di wilayah bantaran Sungai Siak seperti Meranti Pandak dan Sri Meranti. Penanganan juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk pengerukan drainase di Jalan Tirtonadi, Kelurahan Sri Meranti, yang sebelumnya sempat tergenang. ***