
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Warga Desa Alai Selatan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, mengeluhkan rusak parahnya bangku Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Taufikiah kepada anggota legislatif Kabupaten Kepulauan Meranti Azni Safri. Mereka meminta agar wakil rakyat itu mencari jalan keluar agar saranan pendidikan untuk anak-anak tersebut bisa segera diperbaiki.
Keluhan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Desa Alai Selatan, Surya Dharma, ketika Azni Safri menggelar reses ketiganya di desa itu, Rabu (5/11/2014) malam. Kata Surya, MDTA Taufikiah tersebut merupakan bangunan zaman bengkalis. Hingga saat ini, bangunan tersebut tidak lagi layak pakai, dimana bangku-bangku kelas sudah dalam keadaan rusak parah."Untuk bangunan memang ada, itu dibangun zaman bengkalis, tenaga pengajarnya ada, cuma bangkunya hancur," kata Surya.Ditambahkan Surya, selain memiliki bangunan tua dan bangku rusak, bangunan yang memiliki dua kelas itu juga tidak ada kuncinya."Siang memang digunakan murid MDTA, namun pada malam harinya kami tidak bisa memastikan lagi siapa yang menggunakan bangunan itu, karena kami tidak mengajar pada malam hari," ungkap Surya lagi. Selain mengeluh soal MDTA, warga Alai Selatan ini juga mengeluhkan tentang Masjid Ar Rahmah. Menurut warga setempat, apa yang mereka sebut masjid itu sebenarnya tidak berbentuk masjid, melainkan berbentuk mushalla. Warga yang melintasi akan menganggap itu sebuah mushalla, jika tidak melihat papan plank nama."Mungkin satu-satunya masjid di Tebing Tinggi Barat tidak seperti bangunan masjid ada di desa kami berbeda dengan yang lain," tambah beberapa warga. Tidak lupa pula warga-warga yang lain meminta agar ada pengembangan usaha guna meningkatkan ekonomi keryakyatan. Mereka ada yang meminta sapi, sampan beserta jaring, dan beberapa modal usaha. Mendengar banyaknya masuk aspirasi ini, Azni Safri yang merupakan politisi PDI-P ini langsung menanggapi. Kata Azni, apapun yang menjadi aspirasi masyarakat Dusun Kapas itu akan diperjuangkan pada anggaran tahun 2015 nantinya. Namun, Ia meminta agar masyarakat lebih bersabar dan berbesar hati andai saja semua aspirasi tidak terakomodir tahun mendatang. Sebab, menurutnya, Ia hanya memperjuangkan, Ia tidak memegang duit cash dengan jumlah banyak. Ia juga mengajak semua masyarakat agar selalu berdoa dan bersyukur semoga apa yang diharapkan bisa tercapai. "Ingat, dewan hanya memperjuangkan, dewan tidak memegang duit cash yang banyak. Harap semuanya bersabar dan berdoa, semoga apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa cepat terealisasi," ungkap lelaki yang akrab dipanggil Utih Zani ini.(zal)