KAMPAR – Sebuah peristiwa tragis di Kabupaten Kampar menjadi pengingat bagi orang tua tentang pentingnya pengawasan anak saat bermain di area berisiko. Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Razik Ramadhan akhirnya kehilangan nyawanya setelah tenggelam di sebuah kolam pancing di Jalan Kamboja, Kecamatan Tambang.

Peristiwa itu berawal saat Razik bermain bersama dua temannya di sekitar kolam. Karena rasa ingin tahu, ia masuk ke air tanpa menyadari kedalaman kolam tersebut. Sayangnya, ia tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam.

"Saya tidak pernah menyangka kolam yang sering dipakai orang memancing itu bisa merenggut nyawa anak saya. Razik tidak bisa berenang, mungkin dia mengira airnya dangkal," kata ayah korban, Wira Saputra.

Warga yang berada di lokasi baru menemukan tubuh Razik sekitar satu jam kemudian dalam kondisi telungkup di dasar kolam. Upaya pertolongan sudah dilakukan, namun nyawa bocah malang itu tidak tertolong.

Pihak kepolisian menyebut kolam tersebut memang digunakan untuk memancing, bukan bekas galian. Meski demikian, peristiwa ini tetap diselidiki untuk memastikan penyebabnya.

Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. "Dari pengecekan awal, kolam tersebut merupakan kolam pancing, bukan bekas galian C. Meski begitu, proses penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa ini," jelasnya

Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa kolam pancing maupun area perairan lainnya bukanlah tempat aman bagi anak kecil tanpa pengawasan orang dewasa. Perhatian lebih dibutuhkan untuk mencegah tragedi serupa terulang. ***