JAKARTA, GORIAU.COM - Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta terus berupaya memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di tingkat pusat, dalam rangka mewujudkan visinya menjadi gerbang percepatan pembangunn Provinsi Riau di Jakarta.

Selain mendampingi para pejabat Riau yang berurusan di Jakarta sekaligus mengkoordinasikan kepentingan Riau terhadap intansi/lembaga yang ada di pusat, mempromosikan tentang potensi Riau kepada negara-negara lain yang berada di Jakarta serta memberikan informasi tentang peluang dan potensi yang ada di Riau kepada para calon investor yang berasal dari negara-negara sahabat, Badan Penghubung juga membangun sinergitas sekaligus memfasilitasi kepentingan masyarakat Riau yang berada di Jakarta.

Untuk meningkakan perannya khusus di bidang yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan, Badan Penghubung Riau mengelar kegiatan Forum silaturahmi bersama Masyarakat Riau di Jakarta dengan tema ''Kita Bangun Kebersamaan untuk Riau yang Lebih Maju'' di komplek TMII, Jakarta, Minggu (10/5/2015)

Turut dihadir pada kesempatan itu,Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, anggota DPD RI H Abdul Gafar Usman dan Intsiawati Ayus serta mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir, MM dan Kepala Badan Penghubung H Doni Aprialdi SH serta para tokoh masyarakat dan mahasiswa Riau di Jakarta.

Dalam paparannya, Plt. Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman optimis Visi Riau 2020 bakal terwujud sesuai harapan sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Sebab, saat ini Riau sudah menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera dan sudah diperhitungkan di tingkat Asia Tenggara.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/11052015/2jpg-2118.jpgPlt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berfoto bersama usai acara.Gubri menyebut bahwa Visi Riau 2020 merupakan kehendak segenap masyarakat Riau. ''Saat ini semua sudah on the track. Kita sudah diperhitungkan di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ada dan investasi yang masuk baik nasional maupun multinasional, kita sudah diperhitungkan. Pertumbuhan tenaga kerja juga luar biasa,'' katanya.

Saat ini lanjut Andi sapaan akrab Arsyadjuliandi Rachma, Riau menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera. Itulah sebabnya, pemerintah pusat dalam menjalankan berbagai program kerja selalu menjadikan Riau sebagai sentral utama untuk kawasan Sumatera. Sebut saja, misalnya pembangunan sumatera railway dipusatkan di Pekanbaru. Dari Pekanbaru akan diteruskan track-nya baik ke Sumbar, Sumut maupun Jambi. Begitu juga dengan tol Sumatera.

''Beberapa hari yang lalu saya juga sudah melihat langsung dimana PLN menempatkan teknologi yang canggih di Pekanbaru. Pusat pengaturan beban PLN ada di Pekanbaru. Nanti pusat energi listrik ada di Siak,'' terang mantan anggota DPR RI itu.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/11052015/3jpg-2117.jpgPlt Gubernur Riau bersama Gafar Usman (kiri) dan drh Chaidir (kanan) dan Instiawati Ayus saat berdialog dengan masyarakat Riau Jakarta.Dari segi budaya, Gubri juga mengaku sedang berupaya keras agar Riau menjadi kiblat utama budaya Melayu di Asia Tenggara pada 2020. Selain terus menjaga nilai-nilai budaya Melayu, Gubri juga mengatakan akan membentuk Dinas Kebudayaan yang nanti tugasnya menjaga dan mengembangkan budaya Melayu Riau. ''Saya sudah bicarakan ini dengan pihak DPRD Riau. Kita tidak ingin Budaya Melayu Riau terpolusi oleh yang lain,'' ungkapnya.

Karena itu, Andi mengajak seluruh masyarakat Riau di Jakarta untuk bersatu padu untuk membangun Riau ke depan yang lebih baik dan sejahtera. ''Saya berharap ke depan, tidak ada lagi yang bicara soal perpecahan,'' harapnya.

Di depan masyarakat asal Riau, Gubri juga menegaskan pentingnya memfungsikan Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta sebagaimana mestinya. ''Anggap saja Badan Penghubung itu Kantor Gubernur Riau di Jakarta. Fungsikan sebagaimana mestinya agar masyarakat juga merasa memiliki,'' pintanya.

Gubri juga berjanji akan secara rutin mengadakan pertemuan dengan masyarakat Riau di Jakarta agar terjadi komunikasi yang baik. ''Paling tidak sekali 6 bulan kita bertemu. Saya juga berharap nanti ada pertemuan di kediaman saya agar lebih akrab,'' harapnya.

Anggota DPD RI Gafar Usman dan Intsiawati Ayus mengaku siap bersinergi dengan Pemprov Riau dalam memperjuangkan berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat Riau di tingkat pusat. ''Tidak ada yang tidak bisa kalau kita bersatu dan bersinergi,'' tegas Gafar Usman.

Riau Menggetarkan Jakarta

Di sisi lain, saat menyampaikan kata sambutan, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Doni Aprialdi mengatakan bahwa saat ini jumlah masyarakat Riau di Jakarta tidak kurang dari 10 ribu jiwa. Jumlah ini, tegasnya cukup besar. Kalau masyarakat Riau bersatu dan kompak memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Riau, ini akan sangat besar pengaruhnya.

''Dengan jumlah yang begitu besar, jangankan menggetarkan Riau, bahkan menggetarkan Jakarta pun sebenarnya kita bisa asal kita bersatu-padu. Oleh karena itu ke depan, tak perlu ada lagi perpecahan. Tak ada gunanya,'' tegas Doni. (ari)