PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dibanding tahun lalu, tahun 2013 ini, HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Kabupaten Pelalawan ada yang berbeda. Ini ditandai dengan kehadiran mantan orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan yakni HT Azmun Jaafar yang tersandung kasus hukum pidana korupsi izin kehutanan datang dalam prosesi Upacara HUT RI ke-68 Pemkab Pelalawan yang berlangsung di Lapangan Bola Kaki Pangkalan Kerinci Sabtu (17/8/2013).
Kehadiran mantan Bupati Pelalawan itu sontak membuat dirinya kembali jadi pusat perhatian ribuan mata yang hadir. Mantan Bupati Pelalawan dua periode ini, datang ke lokasi upacara pada pukul 08.30 dan langsung menuju panggung kehormatan.
Selang 15 menit kemudian, hadir juga mantan Wabup dan juga Bupati Pelalawan yang menggantikan posisi Azmun yakni H Rustam Effendi. Kedua pejabat yang sama-sama mantan orang terkuat di daerah ini itu kemudian saling berpelukan, hingga Rustam Effendi tampak menitikkan air mata lalu keduanya duduk di bangku deretan Forkompinda Pelalawan.
Kedatangan Azmun pada HUT Kemerdekaan RI ke 68 tahun ini memang tak bisa dipungkiri, menjadi pusat perhatian seluruh pejabat, para undangan serta masyarakat yang hadir di prosesi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia itu. Menggunakan setelan jas hitam dalaman kemeja putih berkopiah hitam dan berkacamata, merupakan ciri khas Azmun saat memimpin Pelalawan, masih tetap tak lepas dari dirinya.
Kondisi Azmun sangat tenang mengikuti prosesi Upacara dari awal hingga berakhir. Azmun dan mantan Wakilnya H.Rustam Effendi juga sempat melakukan sesi photo usai acara itu.
Dari data yang didapat , HT Azmun Jaafar terpidana korupsi penerbitan izin hak pemanfaatan hutan dan meperoleh hukuman 11 tahun itu kini mendapat bebas bersyarat. Dirinya mulai ditahan sejak Desember 2007 silam. Sementara dalam prosesi HUT kemerdekaan RI ke 68, Bupati Pelalawan HM Harris bertindak sebagai Inspektur upacara dan Wakil Ketua DPRD Pelalawan Kasyadi didaulat membacakan teks Proklamasi. Diakhir acara, ditampilkan drumband murid-murid SD 004 Bukit Agung.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa peringatan HUT RI ini harus bisa dimaknai secara positif. Terutama sekali perjuangan para pahlawan bangsa merebut kemerdekaan. Dengan kata lain, bahwa reformasi yang berlangsung di negeri ini merupakan tahapan dan proses menuju kesejahteraan bangsa.
"Nasionalisme harus dijunjung tinggi dan terus mengisi kemerdekaan dengan karya prestasi dan bukti nyata. Meski prosesi HUT RI ke-68 ini berlangsung sederhana namun hal itu tidak akan mengurangi rasa nasionalisme kita," ujarnya.
Usai acara di lapangan sepakbola, Bupati Pelalawan bersama rombongan menuju ke Gedung Seminai melanjutkan acara ramah tamah dengan Veteran, purnawirawan dan wredatama Pelalawan. Dan malamnya, kemudian dilanjutkan dengan acara Resepsi Kenegaraan di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja.(ilm)