PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mengubah skema pelantikan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) hasil pemilihan serentak menjadi bertahap. Pelantikan perangkat lingkungan ini dipastikan mulai bergulir Senin (20/7/2026) dengan Kecamatan Senapelan sebagai lokasi pertama.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menjelaskan bahwa keputusan perubahan skema tersebut disepakati usai seluruh proses pemilihan ketua RT dan RW di setiap kecamatan rampung.

"Pertama mungkin di Kecamatan Senapelan, habis itu nanti lanjut di kecamatan-kecamatan lain," ujar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho usai acara coffee morning bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh camat se-Kota Pekanbaru di Kantor Camat Binawidya, Jumat (17/7/2026).

Pelaksanaan pelantikan secara bertahap ini bertujuan agar proses serah terima dan pengukuhan berjalan lebih efektif di setiap wilayah. Meski demikian, Pemkot Pekanbaru memastikan kegiatan pembekalan untuk seluruh ketua RT dan RW yang telah dilantik akan tetap dilaksanakan secara bersamaan di waktu mendatang.

"Kita tidak serentak, tapi nanti retreat yang kita lakukan serentak," tambahnya.

Mekanisme baru ini menjadi tindak lanjut pemerintah kota usai merampungkan tahapan pemilihan secara penuh, termasuk menuntaskan masa sanggahan yang terjadi di Kecamatan Tuah Madani. Penundaan pelantikan sebelumnya diberlakukan karena pemerintah harus menunggu penyelesaian seluruh proses administrasi dan sanggahan di wilayah tersebut.

Penyesuaian jadwal pelantikan ketua RT dan RW menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat bersama pimpinan daerah dan seluruh camat. Pertemuan tersebut juga mengevaluasi penanganan persoalan perkotaan, meliputi pengelolaan sampah, tata kelola banjir, perbaikan jalan rusak, penertiban pedagang kaki lima, hingga pendataan gelandangan dan pengemis.

Pemerintah berharap sekitar 1.900 ketua RT dan RW hasil pemilihan serentak yang segera dilantik mampu memperkuat pelayanan publik dasar. Para perangkat wilayah ini juga diproyeksikan sebagai mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di masing-masing lingkungan.

Terkait kegiatan pembekalan, Agung menegaskan format acara akan difokuskan pada penguatan kerja sama dan kapasitas aparatur kewilayahan melalui aktivitas luar ruang atau outbound tanpa pengeluaran berlebih.

"Retreat sih tidak retreat ya. Artinya hanya ingin membuat kekompakan saja, seperti outbound sebenarnya. Tapi outbound dengan cara-cara yang hemat saja di Bandar Kayangan," urainya. ***