Sejak Rabu (16/6/2015) malam beberapa tempat ibadah umat muslim terlihat sesak dipenuhi warga yang sedang salat. Mereka menunaikan salat tarawih dan witir bersama perdana karena memasuki bulan suci Ramadan.
Pantauan di beberapa tempat ibadah (Masjid), terlihat pemandangan agak berbeda. Kalau hari biasa jamaah masjid yang melaksanakan salat berjamaah masih hitungan sedikit, namun kali ini sangat banyak.
Ada anak-anak, orang dewasa, orang tua, laki-laki dan perempuan. Semuanya terlihat bersemangat melaksanakan salah berjamaah (Maghrib-Isya) yang dilanjutkan dengan salat tarawih witir, dan tadarusan.
Berdasarkan pantauan (pengalaman) beberapa tahun, kondisi ramainya warga berjamaah ini paling lama hanya bertahan 3 pekan. Sebab, memasuki minggu terakhir puasa, biasanya masjid kembali membesar (ruangannya lapang karena jamaah mulai berkurang).
Orang-orang tua perempuan terkadang mulai berbenah rumah menyambut hari Idul Fitri. Terkadang mereka juga menyiapkan kue-kue untuk menjamu tamu yang datang saat hari raya itu.
Kemudian, anak-anak juga terlihat lebih banyak menghabiskan waktu di luar. Anak-anak bermain, bergembira bersama teman-temannya apalagi 27 ramadan sudah ada pemasangan api colok (lampu) sepanjang jalan.
Biasanya juga, berbagai permainan juga dilakoni putra putri daerah setempat. Mereka bersuka cita pada malam itu.
Minggu terakhir puasa ini pula, tak jarang hanya orang tua-tua yang terlihat berjemaah. Sehingga banyak yang bilang bahwa masjid kembali membesar.
(zal)