
PEKANBARU – Pengurus Provinsi (Pengprov) Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengprov PTMSI) Riau memastikan akan mengirimkan atlet terbaiknya untuk ikut bertanding di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja, 1-6 Juli 2022 di GOR Among Rogo Jogyakarta.
Sebagaimana diketahui, PP PTMSI yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Oegroseno, SH akan menggelar kejuaraan yang akan diikuti oleh 22 Pengprov PTMSI yang ada di Indonesia.
Riau sendiri berencana akan mengirimkan 8 orang atlet, 4 putra dan 4 putri. Mereka adalah atlet yang terpilih di Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang dilaksanakan terlebih dahulu oleh Pengprov PTMSI Riau pada 18-19 Juni 2022.
Selain itu, ada juga satu orang atlet lagi, yakni Muhammad Alghifari, yang telah memperkuat Tim Tenis Meja Indonesia di ajang Kejuaraan Tenis meja Asia tenggara pada 17-22 Juni 2022 lalu di Thailand.
Kabid Binpres Pengprov PTMSI Riau, Wan Alfi Syahrin, menyampaikan bahwa dengan komposisi atlet yang dikirim ini, Alfi optimis Riau akan mampu meraih gelar dalam Kejurnas yang memperebutkan hadiah total Rp 500 juta tersebut.
Selain berhadiah uang tunai, para atlet yang terpilih nantinya juga akan mengikuti Pelatnas bersama Pelatih asal Korea Selatan yang disiapkan oleh PP PTMSI.
"Semua atlet yang ikut merupakan atlet hasil seleksi melalui Kejurda dan akan turun di kelas U-19," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Pengprov PTMSI Riau Syamsurizal sangat menyayangkan adany atlet yang mengundurkan diri, karena ini merupakan ajang tingkat nasional, namun pihaknya tetap menghargai keputusan yang mundur.
"Rombongan atlet akan berangkat pada 30 Juni 2022, menggunakan pesawat dan rombongan akan didampingi oleh Manajer Tim, Muhammad Rifqy Fahlevi, Pelatih Wan Alfi Syahrin, dan Official Media Muhammad Famil Muzaki, dan akan berada di Yogyakarta sampai dengan Kejurnas selesai," ujarnya.
Ketua Pengprov PTMSI Riau, Dedi Harianto Lubis mengucapkan selamat berjuang kepada seluruh atlet yang akan bertanding, dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi, sehingga akhirnya tim dari Riau ini bisa berangkat mengikuti Kejurnas.
"Saya sebagai ketua juga sangat berterimakasih kepada orang tua yang sudah mau berpartisipasi membantu pembiayaan untuk tim ini," katanya.
Pengprov PTMSI Riau, jelas Dedi, memang meminta pastisipasi dari orang tua atlet sebesar Rp 2 juta per-orang, yang mana itu akan digunakan untuk penginapan dan akomodasi selama mengikuti Kejurnas.
Pihak Pengprov PTMSI sudah menanggung tiket PP dan kebutuhan lainnya. Hal inilah yang mungkin menjadi alasan tiga orang atlet mengundurkan diri.
"Kami minta maaf atas hal itu, namun saat ini memang kondisi kami mengalami berbagai situasi yang terbatas," tuturnya.
"Kami juga sangat berterimakasih banyak pihak yang mau berkontribusi sehingga cukup meringankan beban Pengprov PTMSI, baik dari penasehat, pengurus maupun donatur lain, namun memang bantuan donatur tentu terbatas," tambahnya.
Dedi juga berharap dengan mengikuti Kejuaraan Nasional ini dapat memberikan semangat dan prestasi baru bagi Tenis Meja Provinsi Riau, dan kembali melahirkan atlet baru tenis meja yang berkecimpung di kancah nasional dan international.
"Ya harapan kami dari Pengprov PTMSI Riau akan lahir Muhammad Alghifari baru dari ajang kejurnas nanti dari Riau. Mohon doanya agar atlet tenis meja dari Riau dapat berjuang dan juara, ini momentum tenis meja Riau bangkit," tutupnya.
Berikut nama atlet-atlet yang akan dikirim;
1. Muhammad Alghifari (Bengkalis)
2. Rayya Fawwas (Meranti/Pekanbaru)
3. Verri Armansyah (Rokan Hulu)
4. Rio Ramadhan Hardiansyah (Kampar) dan
5. Mustika Zahdiyah (Pekanbaru)
Tiga atlet yang batal berangkat diantaranya;
1. Ifra Alya Az-Zahra (Pekanbaru)
2. Khorunnisa (Kampar)
3. Ade Pamela (Kampar).***